fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Kamis, 22 November 2018  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Alam Semesta Untuk Manusia
Ferry M. Simatupang (Astronomi ITB)

"we wish to know not just the structure of Nature (and how natural phenomena are played out), but insofar as we can, we wish to attain a daring and perhaps utopian goal -- to learn why Nature is just the way it is, and not otherwise..."

Albert Einstein


Mengapa massa elektron me =0.5 MeV? Mengapa kuat interaksi gravitasi sebanding dengan r-2 ? Mengapa konstanta interaksi kuat berharga sebesar yang kita ukur sekarang? Mengapa konstanta gravitasi G = 6.67 x 10-11 N m2 kg-2 ? Mengapa konstanta-konstanta tersebut tidak berharga lain, misalnya me= 1.7 MeV atau G = 7.8 x 10-10 N m2 kg-2 ? Mengapa kita hidup di dalam alam semesta dengan ruangwaktu berdimensi 4, bukan 5 atau 13, atau malah 3? Mengapa alam semesta tempat kita tinggal ini cukup besar, (hampir) Euclidean, homogen, dan isotropi?

Masih banyak lagi pertanyaan mengapa lainnya yang menggugah rasa ingin tahu manusia. Ini tercermin dari pernyataan Einstein di atas.

Mengapa alam semesta keadaannya seperti apa yang kita amati, dapat dijelaskan dengan asas antropik dan skenario kosmologi inflasioner. Menurut asas antropik, alam semesta ini begitu adanya seperti apa yang kita amati, karena jika tidak, maka tidak akan ada manusia yang akan mempertanyakannya. Asas antropik ini mengisyaratkan ada banyak alam semesta dengan berbagai macam hukum fisika yang berbeda-beda. Dan kita, manusia, hidup di dalam salah satu alam semesta itu, yang hukum-hukum fisikanya mendukung keberadaan kita.

Asas antropik ini memang bersifat filosofis. Dan itu tidak begitu disukai oleh sebagian ilmuwan. Alasannya adalah karena asas antropik tidak menjawab secara langsung pertanyaan-pertanyaan di atas. Ditambah lagi kenyataan bahwa manusia hanyalah bagian teramat kecil dari alam semesta yang teramat luas ini. Jadi agak mengherankan jika keberadaan manusia mempengaruhi keadaan alam semesta seperti yang kita amati sekarang ini.

Asas antropik diperkuat dan diperjelas oleh kosmologi inflasioner. Kosmologi inflasioner ini adalah titik temu fisika partikel dan kosmologi teroretis, dan menarik banyak perhatian kosmolog & fisikawan partikel akhir-akhir ini.

Menurut kosmologi inflasioner, alam-semesta-teramati (observable universe, yang selanjutnya akan disebut: alam semesta) tempat kita tinggal adalah bagian dari suatu universe (alam-semesta-keseluruhan) yang mengalami proses inflasi. Proses inflasi ini berlangsung teramat singkat (~10-35 s), tetapi melipatgandakan ukuran bagian dari universe yang mengalami inflasi tersebut, dengan faktor 1010.000.000 - 10100.000.000.000.000 secara eksponensial. Struktur global universe ini ditentukan oleh efek kuantum. Karenanya setiap bagian universe yang mengalami inflasi memiliki sifat yang acak, dalam arti hukum-hukum fisika yang berlaku di dalamnya mungkin berbeda dengan hukum-hukum fisika yang berlaku di bagian lain yang juga mengalami inflasi. Tiap bagian universe yang mengalami inflasi itu membentuk alam semesta mini dengan hukum fisikanya yang tertentu, yang berbeda dengan alam semesta lainnya.

Proses inflasi pada bagian-bagian universe ini berlangsung secara acak dan terus-menerus tanpa henti. Akibatnya, akan terbentuk alam semesta-alam semesta yang tak berhingga banyaknya, dengan berbagai macam kemungkinan hukum-hukum fisika yang berlaku di dalamnya. Alam semesta kita adalah salah satu bagian universe yang mengalami inflasi dan menghasilkan alam semesta yang memiliki: me =0.5 MeV, G = 6.67 x 10-11 N m2 kg-2, ruangwaktu berdimensi 4, dan sifat-sifat lain yang kita amati, karena alam semesta dengan sifat-sifat seperti itu mendukung adanya manusia.

Jika dulu Einstein pernah bertanya: "What I am really interested in is whether God could create the world differently", maka kini kosmologi menjawabnya: "Tuhan bukan saja bisa menciptakan alam semesta yang berbeda dengan alam semesta yang kita tempati, Dia bahkan menciptakan alam semesta/universe yang terus-menerus bereproduksi menghasilkan alam semesta-alam semesta dengan berbagai kemungkinan."

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 9 September 2003

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI