Artikel-artikel populer :
Prof. Nelson Tansu PhD: Sebagai Bangsa Besar Indonesia Harus MengutamakanPendidikan Pendidikan
Edy Zaqeus
Prestasi anak muda kelahiran Medan, 20 Oktober 1977 ini memang mengagumkan.
Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of
Wisconsin, Madison, dan kemudian menjadi profesor di universitas ternama
Amerika, Lehigh University, Pensilvania. Bidang yang ditekuninya pun
terbilang "berat" bagi telinga awam; semiconductor optoelectronics and
semiconductor nanostructure devices. Sebuah bidang riset yang sangat
diminati oleh negara-negara maju dan sangat bermanfaat bagi pengembangan
teknologi komunikasi optik, sensor biokimia, sistem deteksi senjata, dll.
Kiprah Tansu di bidang ini bukan main seriusnya. Untuk bidang yang digeluti
itu, ilmuwan muda ini sudah menerima 11 penghargaan, memiliki tiga hak paten
atas penemuan risetnya, dan tak kurang dari 84 hasil riset maupun karya
tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah. Puluhan
surat pujian dan penghargaan dia terima dari berbagai universitas ternama
dari segala penjuru dunia. Ini bukti eksistensinya sebagai ilmuwan sejati,
yang sangat berdidikasi pada riset dan pengajaran di bidang yang
ditekuninya.
Nelson mengaku memilih universitas luar negeri sebagai wadah kiprah
ilmiahnya karena semata-mata iklim keilmuan di sana sangat kondusif. Peran
dan keberadaan para ilmuwan sangat dihargai dan dihormati di sana. Selain
itu, fasilitas riset yang sangat dia butuhkan juga menunjang komitmennya
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi
negara dan dunia.
Di tengah-tengah kesibukannya mengajar dan melakukan penelitian-penelitian,
Tansu masih bersedia menyempatkan diri diwawancarai oleh Edy Zaqeus dari
Pembelajar.com. Dalam jawaban-jawabannya melalui email, Tansu menegaskan
bahwa salah satu agenda terpenting yang harus diperhatikan bangsa Indonesia
sekarang adalah membenahi dunia pendidikan. Jika ingin menjadi bangsa yang
besar dan menjadi terang bagi dunia, maka pendidikan terbaik bagi generasi
muda adalah kunci jawaban satu-satunya. Berikut petikan wawancara yang
dilakukan pada 29 Desember 2004 lalu:
Bagaimana rasanya menjadi profesor di saat usia muda dan di universitas
ternama lagi?
Saya merasa berterima kasih atas kesempatan untuk dapat menjadi profesor di
Lehigh University di USA. Tentu saja saya sendiri tidak akan dapat mencapai
segala ini tanpa dukungan dari keluarga di Indonesia, dan di Amerika juga.
Dan juga bimbingan dari guru-guru, para profesor dari pendidikan dasar dan
menengah di Indonesia sampai universitas di Amerika. Saya rasa saya masih
harus banyak bekerja dan belajar segiat mungkin untuk bisa terus. Pertama,
menghasilkan kontribusi ilmiah penting dalam bidang fisika dan engineering.
Kedua, berinovasi untuk menghasilkan science and engineering yang memiliki
applikasi dalam bidang teknologi. Ketiga, mampu untuk memberikan pengajaran
(lecture) yang paling efektif kepada mahasiswa-mahasiswa saya. Dan keempat, mampu mendidik dan menghasilkan ilmuwan dan profesor-profesor masa depan
juga.
Jadi seperti yang saya katakan, masih banyak hal-hal yang saya harus lakukan
dan semua ini cuma bisa dicapai dengan kerja keras. Kalau soal filosofi
sebagai professor di universitas: saya sangat mementingkan excellence in
both research and teaching. Saya sendiri berusaha untuk memberikan yang
terbaik untuk para mahasiswa dan juga universitas, dan hopefully juga
negara.
Dalam bahasa awam, sebenarnya apa manfaat dari ilmu dan riset yang Anda
geluti saat ini?
Bidang research yang saya dalami adalah semiconductor optoelectronics and
semiconductor nanostructure devices, di mana saya melakukan riset baik
dalam bidang experimental dan theoretically juga. Teknologi yang saya
kembangkan di sini mencakup semiconductor lasers, quantum well dan quantum dot lasers, quantum intersubband lasers, InGaAsN quantum well dan quantum dots, type-II quantum well lasers, dan GaN/AlGaN/InGaN semiconductor nanostructure optoelectronic devices. Dengan menggunakan metalorganic
chemical vapor deposition untuk mengontrol atom-atom di semiconductor, kita
dapat melakukan bandgap engineering dari semiconductor tersebut. Penggunaan
teknologi yang kita lakukan mencakup aplikasi di bidang optical
communication, biochemical sensors, system deteksi untuk senjata, dan
lainnya.
Ada pandangan bahwa mutu sekolah di tanah air berantakan. Anda sendiri
produk dari pendidikan dasar di tanah air, tetapi toh bisa berprestasi
seperti sekarang. Pendapat anda?
Saya sendiri orangnya sangat optimis. Jadi saya rasa sebenarnya bukan sistem
yang menjadi masalah bagi bangsa kita untuk maju dalam bidang pendidikan.
Sebenarnya banyak ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang sukses di tingkat dunia, di
Amerika Serikat dan negara maju lainnya, yang sangat dapat dibanggakan, yang
dulunya juga memperoleh pendidikan dasar (dari SD sampai SMA) di Indonesia
yang kita cintai ini. Kesuksesan mereka tersebar dalam bidang-bidang
pendidikan, teknologi, riset, penemuan, engineering, science, dan lainnya.
Beberapa contoh adalah sebagai berikut: Prof. Yohanes Surya, Prof. Ken
Soetanto (professor di Waseda University, Jepang), Prof. B. J. Habibie, dan
lain sebagainya. Mereka semua dulunya juga memperoleh pendidikan dasar di
Indonesia.
Sebenarnya, menurut pendapat saya, saya kira sistem pendidikan dasar di
Indonesia (dari SD sampai SMA) sewaktu saya masih sekolah di Indonesia sudah
cukup bagus. Tetapi mungkin dalam pelaksanaan di sekolah-sekolahnya yang
kurang. Siswa-siswa yang memperoleh pendidikan mereka di sekolah-sekolah top
di Indonesia akan dengan mudah mendapatkan pendidikan dasar terbaik yang
sebanding atau dan tidak kalah dari pendidikan di sekolah-sekolah top di
Singapura, Jepang, USA, dan negara maju lainnya. Jadi ibaratnya, sistem
pendidikan dasar sebenarnya tidak kalah dari negara maju lainnya. Tetapi
pelaksanaan di lapangannya mungkin masih sangat sulit untuk bisa optimal.
Hal ini mungkin disebabkan oleh sulitnya menyediakan guru-guru berbobot
untuk mengajar di daerah-daerah. Dan juga soal dana yang terbatas. Salah
satu hal yang penting untuk di-emphasize dalam kultur bangsa Indonesia
adalah kita sebagai bangsa besar dengan populasi no.4 di dunia, harusnya
berani menjadi bangsa yang mengutamakan pendidikan untuk generasi mendatang.
Masyarakat kita sering merasa rendah diri dengan kualitas pendidikan di
negeri sendiri. Bagaimana pandangan anda?
Saya rasa bangsa Indonesia tidak perlu merasa 'rendah diri' mengenai
pendidikan dasar dalam negeri. Seperti saya katakan tadi, pendidikan yang
diberikan oleh sekolah-sekolah (SMA) top Indonesia sama sekali tidak kalah
dengan sekolah top di negara maju. Menurut pandangan saya, saya sendiri
sangat berterima kasih atas pendidikan dasar yang saya peroleh dari SD-SMA
Sutomo 1 Medan, yang mana bukan hanya memberikan fondasi kuat dalam hal
pengetahuan, tetapi juga soal etika hidup. Bangsa kita harus menyadari bahwa
yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikan pendidikan dengan
benar. Bukan hanya memiliki sistem yang bagus tetapi tidak dilaksanakan.
Mungkin untuk level universitas, harus diakui universitas-universitas di
Indonesia masih perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan mereka
dibandingkan dengan universitas-universitas top di Asia, Eropa, dan Amerika
Serikat.
Menurut Anda, mana yang lebih berperan dalam suksesnya pendidikan, keuletan
dan kreatifitas anak didiknya atau kurikulum dan kemampuan guru-gurunya?
Saya rasa kultur dan motivasi dari pendidik atau guru dan anak-anak didik
kita (siswa dan mahasiswa) yang jauh lebih penting daripada sistem
pendidikan. Tentu saja kemampuan guru di Indonesia masih jauh di bawah
harapan, kalau dibandingkan dengan negara maju. Sebenarnya kurikulum
Indonesia tidaklah kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi seperti saya
katakan tadi, mungkin pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal.
Mengenai kultur dan motivasi dari murid-murid Indonesia, saya rasa masih
dapat dikembangkan lebih jauh. Bangsa Indonesia haruslah meyakini bahwa bagi
kita, untuk menjadi bangsa besar di dunia ini, maka pendidikan adalah cara
untuk mencapainya. Yang harus anak-anak muda kita idolakan janganlah melulu
bintang film, penyanyi-penyanyi, atau olahragawan saja. Tetapi idolakan juga
orang-orang yang sukses di bidang pendidikan dan science-teknologi.
Anda bisa ceritakan, bagaimana proses pembentukan kultur belajar di
negara-negara yang maju pendidikannya?
Di kalangan masyarakat negara maju, pendidik, guru atau profesor, sangatlah
dihormati. Mungkin hal ini disebabkan karena rasa sadar diri yang tinggi
dari masyarakat negara maju mengenai betapa pentingnya pendidik dalam
membentuk generasi mendatang. Jangan lupa juga, hampir semua penemuan
penting yang menempatkan negara maju (seperti Amerika Serikat) berasal dari
riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan profesor-profesor di universitas.
Jadi di negara maju, pemerintah dan masyarakat sangat mendukung keberadaan
universitas-universitas. Oleh karena itu, universitas-universitas top di
Amerika Serikat selalu mendapatkan banyak sumbangan finansial dari
alumni-alumni yang totalnya bisa mencapai lebih dari beberapa milyar dollar
AS. Contohnya: Sumbangan alumni di Lehigh University jumlahnya lebih dari 1
milyar dollar AS! Dan semua investasi sumbangan dari alumni untuk
universitas di Amerika Serikat ini akan disalurkan kembali untuk
mengembangkan dan memajukan kualitas universitas bersangkutan. Misalnya
dengan cara merekrut dan meng-hire profesor-profesor berkualitas tinggi,
membangun fasilitas-fasilitas muktakhir untuk riset dan teaching, memberikan
scholarships untuk mahasiswa-mahasiswa terbaik, dan tentunya untuk
berkompetisi dengan universitas lainnya.
Kalau pembentukan kultur belajar di Indonesia?
Mungkin bukan kultur belajar siswa-siswa Indonesia yang menyebabkan
problematika pendidikan di Indonesia, tetapi kultur dari masyarakat
Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat Indonesia harus menyadari bahwa
investasi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam bidang pendidikan akan
menunjukkan hasil di kemudian hari, yaitu generasi mendatang yang bakal
membangun negara Indonesia menjadi yang lebih baik.
Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia dipandang dalam lingkup lingkaran
setan. Yang selalu dipermasalahkan adalah gonta-gantinya kebijakan
pemerintah, kurikulum bongkar pasang, kualitas pendidik dianggap rendah,
gaji dan kesejahteraan guru sangat jelek, minimnya fasilitas riset, dll.
Pandangan Anda?
Saya setuju sekali dengan pernyataan Anda mengenai beberapa hal yang
menyulitkan Indonesia dalam mengembangkan dunia pendidikan. Sangat
disayangkan bahwa dunia pendidikan Indonesia terlalu tergantung pada kondisi
politiknya. Saya ingat sewaktu saya masih mengenyam pendidikan dasar di SMA
Sutomo 1 Medan atau sewaktu SD sampai SMA, saya rasa pendidikan dasar yang
saya peroleh tersebut sangatlah berkualitas dan tidaklah kalah dengan
pendidikan dasar di negara maju lainnya. Tetapi sekarang sistem pendidikan
di Indonesia telah berubah terus, sampai beberapa versi sejak saya tamat SMA
tahun 1995 lalu. Saya rasa kurikulum-kurikulum tersebut, baik sewaktu zaman
saya, atau sekarang semuanya baik. Tetapi pelaksanaanya yang perlu dilakukan
dengan seoptimal mungkin.
Jadi sebenarnya kita jangan terus menerus ganti kurikulum hanya karena
adanya pemerintah baru. Sistem evalusi seperti Ebtanas yang diganti dengan
UAN menjadikan tambahan confusion (kerancuan) dalam perbandingan antar siswa
dari generasi yang berbeda. Jadi sistem dan kurikulum jangan diubah-ubah
terlalu drastis, tetapi tentu saja boleh diperbaiki secara perlahan-lahan,
dan yang penting pelaksanaannya yang harus dimaksimalkan.
Tentu saja kualitas pendidik yang rendah, terutama di daerah terpencil, jauh
dari kota besar menyebabkan sulitnya mencapai pemerataan dan peningkatan
kualitas pendidikan secara menyeluruh di Tanah Air. Saya kira pendidikan
yang diperoleh di kota-kota besar sudah cukup baik, tetapi hal ini sulit
dicapai oleh daerah-daerah terpencil.
Kualitas fasilitas riset yang masih jauh dari optimal dan kesulitan
mendapatkan profesor terbaik untuk datang mengajar di
universitas-universitas Indonesia juga menghambat perkembangan Indonesia
untuk memiliki universitas terkenal di tingkat Asia dan dunia. Kita misalnya
harus melihat komposisi profesor-profesor yang dimiliki National University
of Singapore, yang merupakan salah satu universitas berkualitas tinggi di
tingkat Asia, di mana profesor-profesornya berasal dari manca negara. Jadi
kita harus merefleksikan diri, bagaimana kita bisa meng-attract 'foreign
talent' untuk berkontribus bagi pengembangan generasi muda kita. Sekarang
ini, sangatlah susah untuk menarik profesor-profesor terbaik di Amerika
Serikat untuk menjadi profesor di Indonesia.
Hal prinsip apa saja yang mesti dilakukan untuk membenahi pendidikan di
Indonesia?
Bangsa Indonesia harus mampu memiliki universitas-universitas berkualitas
terbaik (top 10 or top 5) di tingkat Asia. Hal ini merupakan tujuan yang
tidak dapat dihindari jika Indonesia ingin menjadi salah satu macan
pendidikan di tingkat Asia. Dengan adanya universitas-universitas top 5 dan
top 10 di tingkat Asia, maka sumber daya manusia (SDM) terbaik Indonesia
dapat berkarya di dalam negeri dan juga SDM terbaik dari luar negeri dapat
ditarik untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas generasi muda
mendatang.
Saya kira Indonesia harus berkonsentrasi untuk mengembangkan tiga
universitas top-nya, misalnya UI, ITB, dan UGM, dengan berkonsentrasi
bagaimana supaya tiga universitas tersebut dapat menjadi universitas terbaik
di tingkat Asia. Salah satunya adalah menunjuk administrator universitas
(rektor, dekan, dan ketua departemen) yang bermotivasi dan mampu membawa
universitas tersebut ke tingkat Asia. Mungkin yang terbaik adalah
mendapatkan administrator ini dari kalangan profesor-profesor dari
universitas luar negeri yang telah memiliki banyak pengalaman dalam hal
operasi universitas-universitas berkualitas tinggi. Dengan adanya rektor dan
dekan yang berkualitas tinggi, maka secara otomatis kultur positif bakal
ditularkan kepada seluruh komponen di universitas.
Hanya sebagian kecil dari masyarakat kita yang masih yakin bahwa Indonesia
memiliki potensi human capital yang luar biasa. Menurut Anda?
Oh tentu saja, Indonesia mempunyai potensi SDM yang besar. Ingat, negara
kita ini adalah negara no.4 terbesar dalam hal populasi. Bayangkan jika kita
mampu mendidik manusia-manusia muda Indonesia dalam beberapa generasi
mendatang dengan sebaik-baiknya, maka bangsa Indonesia akan mempunyai
potensi untuk menjadi salah satu negara maju di dunia. Saya kira manusia
Indonesia tidaklah kalah dalam hal otak dibandingkan dengan manusia-manusia
dari bangsa lainnya. Tetapi karena fasilitas yang kurang di Indonesia, maka
seluruh komponen bangsa kita haruslah bekerja lebih keras dan serius untuk
mengejar ketertinggalan ini.
Sekarang soal mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa kita masih larut dalam
eforia reformasi. Tiada hari tanpa demonstrasi. Adakah hal yang menurut Anda
lebih strategis untuk mereka kerjakan?
Saya sendiri adalah seseorang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan
tinggi, science, dan teknologi, jadi saya bukanlah ahli dalam bidang
politik. Tetapi saya memiliki opini sendiri mengenai peranan siswa dan
mahasiswa dalam hal politik. Di masa chaos di negara mana pun, mahasiswa
selalu terlibat dalam hal politik, yaitu dengan berdemonstrasi, sama seperti
di Amerika Serikat tahun 1960-an. Sebenarnya hal ini adalah sangat
disayangkan (karena disebabkan kondisi yang chaos). Sebab, mahasiswa
sebenarnya haruslah berkonsentrasi dalam meningkatkan pengetahuan,
mengembangkan kreafitas mereka, dan juga berusaha untuk menyumbangkan
pengetahuan mereka dalam bidang expertise mereka. Tetapi sekali lagi,
mungkin kondisi politik yang kurang mendukunglah yang mendorong mereka untuk
berdemonstrasi.
Tentu saja ini opini pribadi saya. Mahasiswa haruslah berkonsentrasi di
kampus sebagai mahasiswa yang serius dengan kegiatan akademik dan kegiatan
lainnya yang mendukung pendidikan mereka (seperti riset, pendidikan tinggi,
dan lainnya). Sama sekali bukan dengan aktivitas politik. Mungkin dengan
kondisi politik yang sekarang yang jauh lebih baik di Indonesia, mahasiswa
Indonesia dapat memberikan perhatian penuh dalam kelas lagi.
Anda percaya, nasib Indonesia ke depan ada di tangan anak-anak muda ini?
Tentu saja, nasib bangsa Indonesia di masa depan berada di tangan anak-anak
muda sekarang. Kalau tidak, memangnya bangsa kita harus tergantung dengan
siapa? Tentu saja, anak-anak muda sekarang ini haruslah diberikan
contoh-contoh, cara-cara, dan kesempatan-kesempatan untuk mampu menjadi maju
dan berhasil. Jawabannya sebenarnya tentu cuma satu, yaitu pendidikan yang
terbaik untuk generasi sekarang dan mendatang!
Anda bangga menjadi manusia Indonesia?
Tentu saja, saya sangat bangga menjadi manusia Indonesia. Saya sendiri
lahir, besar, dan mendapatkan pendidikan dasar di Indonesia. Saya sendiri
sangat kecewa dengan orang-orang Indonesia yang telah sukses di negara lain,
dan lupa kepada bangsa aslinya. Setiap negara tentu saja memiliki
kekurangan-kekurangan tertentu, termasuk Indonesia. Dan kita-kita ini
sebagai manusia Indonesia haruslah berusaha untuk memperbaiki Indonesia
dengan cara yang benar dan konstruktif, bukan hanya dengan
menjelek-jelekkan, tetapi kita harus mampu memberikan ide untuk maju dan
memperbaiki.
Tolong gambarkan? dalam visi Anda, seperti apakah Indonesia 20 tahun
mendatang?
Generasi muda dari Indonesia mendatang diharapkan bisa mempunyai keinginan
untuk menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia, dan
juga semua manusia di dunia. Di kemudian hari, bangsa Indonesia haruslah
memikirkan bagaimana bisa menjadi terang bagai lilin bagi seluruh
bangsa-bangsa di dunia, bukan hanya negara sendiri. Pikirkan bagaimana
supaya generasi muda Indonesia bisa menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang
bisa dibanggakan oleh seluruh bangsa di dunia.
Pesan dan harapan Anda terhadap dunia pendidikan Indonesia maupun pada
kalangan muda kita?
Salah satu hal yang saya harapkan dari artikel wawancara ini. Ini bukanlah
tentang saya, melainkan tentang harapan supaya bangsa Indonesia tahu bahwa
kita adalah bangsa yang besar. Kita merupakan bangsa yang mampu bersaing
dengan bangsa-bangsa besar lainnya, jika bangsa kita mau bekerja keras.
Putra-putri Indonesia haruslah sadar, hanya dengan kerja keras dan komitmen
yang tinggi saja, kita sebagai bangsa Indonesia bisa maju dan bersaing di
tingkat dunia.
Satu hal yang paling penting untuk seluruh bangsa Indonesia. Pendidikan
tinggi di Indonesia haruslah diperbaiki sehingga kualitas
universitas-universitas Indonesia bisa menjadi yang salah satu yang terbaik
di tingkat Asia, hopefully top 5-10 Asia. Di sejumlah daerah atau kota-kota
besar, pendidikan pra universitas di Indonesia sudah cukup bagus. Walau
begitu, tetap harus ditingkatkan kualitasnya dengan pemerataan dan
pengembangan pendidikan di luar kota-kota besar. We, as Indonesian, have to
have the highest standard with respect to our attitudes and views on
education and nurturing the future of our nation. It is time that we treat
education and the future generation as the most important priorities of our
country.
Saya selalu merasa, yang terpenting adalah kita harus menaruh ambisi, tujuan
atau cita-cita kita yang setinggi-tingginya dan bekerja keras. Tentu saja
dengan tidak melupakan akhlak dan kejujuran untuk mencapainya. Mereka yang
berhasil adalah yang bekerja dan belajar keras, sangat fokus dengan tujuan,
gigih, kreatif, self motivated, etis, jujur, bersikap positif, aktif dalam
bertanya dan mencari jawaban. Dan yang terpenting, selalu mencintai dan
menikmati apa yang dilakukannya. Manusia pintar yang tidak jujur dan tidak
beretika bukanlah tujuan dari pendidikan.
Saya juga ingin menyaksikan semakin banyak orang Indonesia yang bisa datang
ke AS untuk memperoleh PhD mereka, sehingga mereka bisa ikut andil dalam
mengembangkan Indonesia di kemudian hari, baik dari luar maupun dari dalam
negeri. Sebab, untuk membantu perkembangan di Indonesia, tidak perlu semua
orang berada di Indonesia. Bisa juga dari luar negeri. Indonesia juga harus
bisa melihat contoh dari berbagai negara lainnya yang jauh lebih kecil
tetapi sukses seperti Taiwan dan Singapura, di mana sangat banyak yang
menjadi professor dan ilmuwan sukses di AS. Untuk menjadi bangsa yang maju
sekali, bngsa kita harus bisa bersaing dengan yang terbaik di dunia, bukan
hanya di Indonesia.
Saya berharap Indonesia sebagai negara nomor 4 terbesar di dunia haruslah
mempunyai universitas yang bagus, yang semoga akan menjadi salah satu
universitas top di Asia (top 5 or 10). It is time for us to make education
in Indonesia as the very first priority in every children's goal! *
*Informasi lengkap mengenai curriculum vitae dan hasil-hasil riset Nelson
Tansu dapat dilihat di: http://www3.lehigh.edu/engineering/ece/tansu.asp
Beberapa majalah yang mendeskripsikan risetnya dapat dilihat di website
berikut:
- http://www.sciencedaily.com/releases/2003/12/031217073811.htm
- http://www.innovations-report.com/html/reports/physics_astronomy/report-24251.html
- http://www3.lehigh.edu/engineering/news/tansureceivespatent.asp
Sumber : pembelajar.com (31 Januari 2005)