fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Jumat, 18 Agustus 2017  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Ilmuwan Kembangkan Jubah Penghilang
wsn

Jubah ajaib yang bisa membuat seseorang menghilang dari pandangan mungkin hanya kita temui di film Harry Potter dan cerita fiksi lain. Namun insinyur-insinyur elektro kini mendapatkan cara untuk membuat jubah semacam itu.

Andrea Alý dan Nader Engheta dari Universitas Pennsylvania di Philadelphia mengatakan bahwa bahan yang mereka sebut 'plasmonic cover' bisa membuat suatu benda nyaris tak terlihat. Gagasan mengenai bahan itu memang masih berupa proposal, namun apa yang mereka utarakan di dalamnya masuk akal dan tidak menyalahi aturan fisika manapun.

"Konsep yang mereka sampaikan sangat menarik dan memiliki potensi untuk diterapkan," kata John Pendry, fisikawan di Imperial College, London, Inggris. "Metode ini bisa digunakan misalnya pada teknologi siluman (stealth) dan kamuflase."

Sebenarnya para ilmuwan sejak lama berusaha mengembangkan bahan-bahan untuk membuat suatu benda menjadi tidak tampak. Namun kebanyakan dari mereka menggunakan prinsip bunglon, yakni dengan meniru latar belakang suatu benda, sehingga benda seolah menghilang.

Ray Alden dari North Carolina misalnya, pernah mengembangkan sistem yang bisa menampilkan pemandangan latar belakang suatu benda pada permukaan benda tersebut. Para ilmuwan di Tokyo juga menggunakan prinsip serupa, dimana pemandangan di belakang benda diproyeksikan di bagian depan, sehingga benda seolah tembus pandang.

Namun 'jubah ajaib' Alý dan Engheta lebih dari sekedar proyektor seperti itu. Ia memiliki struktur yang bisa mengurangi kenampakan benda dari semua sudut pandang. Pendek kata, model ini bisa dibayangkan seperti sistem yang dipakai Romulans dalam film Star Trek "Balance of Terror" tahun 1966, dimana sebuah pesawat ruang angkasa bisa dibuat menghilang dalam sekejap.

Kunci konsep ini adalah mengurangi hamburan dan pantulan cahaya. Seperti diketahui, kita bisa melihat suatu benda karena cahaya yang dipantulkannya. Bila pantulan ini bisa dihalangi (dan bila benda tidak menyerap cahaya) maka ia akan menjadi tak terlihat. Nah, Alý dan Engheta mengurangi pantulan pada layar plasmonic dengan meresonansikannya selaras dengan cahaya tampak.

Plasmon sendiri adalah gelombang kepadatan elektron, yang timbul bila elektron-elektron pada permukaan suatu logam bergerak berirama. Para ilmuwan mengatakan bahwa permukaan bahan plasmonic ini akan memantulkan sedikit sekali cahaya bila frekuensi cahaya yang dijatuhkan mendekati frekuensi resonansi plasmon. Pantulan yang kecil itu dengan sendirinya membuat benda tak tampak.

Untuk cahaya tampak, alam telah menyediakan bahan plasmonic, yakni emas dan perak. Sedangkan untuk mengurangi pantulan radiasi panjang gelombang yang lebih tinggi seperto gelombang mikro, bisa dipakai metamaterial: struktur elektromegnatik yang dibuat dari gulungan kabel.

Perhitungan Alý dan Engheta menunjukkan bahwa objek berbentuk silinder yang dilapisi bahan plasmonic akan sedikit saja memantulkan cahaya. Diduga, bila benda seperti itu diterangi cahaya dengan panjang gelombang tepat, ia bakal tampak kecil, sedemikian kecil sehingga tak terlihat.

Meski begitu, Pendry mengingatkan bahwa konsep di atas memiliki banyak batasan. Perlakuan yang diberikan untuk tiap objek yang ingin "dihilangkan" berbeda-beda, bahkan objek tertentu mungkin hanya bisa digunakan untuk cahaya dengan panjang gelombang tertentu pula. Artinya, objek yang tidak terlihat dalam cahaya merah, mungkin tetap terlihat dalam cahaya biasa.

Yang lebih penting lagi, efek menghilang ini hanya muncul bila panjang gelombang cahaya yang dipantulkan ukurannya kira-kira sama dengan benda yang akan dihilangkan. Dengan demikian, penghilangan terhadap cahaya tampak (yang panjang gelombangnya amat kecil) hanya mungkin diterapkan pada objek-objek mikroskopis. Ini sama artinya bahwa teknologi plasmonic tidak bisa dipakai untuk menyembunyikan manusia atau kendaraan dari mata.

Meski begitu, cara ini secara teori bisa dipakai untuk menyembunyikan pesawat mata-mata misalnya, dari sensor atau teleskop yang menggunakan radiasi panjang gelombang tinggi, bukan cahaya tampak.

Sumber : KCM (31 Mei 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 3 April 2005

 

PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 17 Agustus 2000 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI