fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Kamis, 21 November 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    TOFI Berangkat ke Singapore
    Oleh : Yohanes Surya
    Jumat, 3 Mei 2002 (07:23 WIB) dari IP 202.155.39.189

    PRESS RELEASE
    Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) Berangkat ke SIngapore
    (silahkan disebarluaskan)


    Pada tanggal 5 Mei ini tepatnya jam 11.40 WIB Departemen Pendidikan Nasional
    akan melepas Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang terdiri dari 8 siswa dan 2
    pimpinan tim menuju Singapore untuk mengikuti Olimpiade Fisika Asia (OFA) ke
    3.

    OFA adalah pertandingan fisika antar pelajar terbaik Asia. Dalam OFA ini
    akan dipertandingkan pertandingan fisika teori dan fisika eksperimen yang
    masing-masing berlangsung selama 5 jam. Mereka yang meraih nilai 90% dari
    rata-rata 3 nilai teratas akan mendapat medali emas, 78 %. perak, 65 %
    perunggu dan 50 % honorable mention.

    OFA yang menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Singapore ini akan
    diikuti oleh 15 negara termasuk Australia sebagai tim tamu.

    Australia Chinese Taipei Georgia Indonesia
    Israel Kazakhstan Kyrgyzstan Malaysia
    Mongolia People|APO|s Republic of China Singapore Thailand
    Turkey Uzbekistan Vietnam

    Untuk menghadapi pertandingan fisika yang berat tetapi mengasyikan ini
    Indonesia menurunkan tim yang terdiri dari: Peter Sahanggamu (SMUN 78
    Jakarta), Evelyn Mintarno (SMUK 1 BPK Penabur Jakarta), Fadjar Ardian (SMU
    Insan Cendekia, Serpong), Rangga Perdana Budoyo (SMU Taruna Nusantara),
    Fachrian A.N. (SMUN 78 Jakarta), Widagdo Setiawan (SMUN 1 Denpasar),
    Christopher Hendriks (SMU Pelita Harapan Karawaci) dan Bernard Ricardo (SMU
    Regina Pacis Bogor).

    Tim ini diseleksi melalui seleksi ketat yang berlapis-lapis. Dimulai dari
    seleksi tahap awal yang dilakukan oleh diknas ditiap propinsi yang
    melibatkan sekolah-sekolah unggulan pada bulan Juni 2001, kemudian seleksi
    tahap 2 yang melibatkan 30 siswa pada bulan Oktober/November, selanjutnya
    tahap 3 yang diikuti oleh 10 siswa terbaik hingga akhirnya test akhir
    (april) menentukan 8 siswa terbaik. Penilaian pada tiap test (terutama
    setelah masuk 30 besar) berlangsung secara transparan dan demokrasi. Tiap
    siswa boleh protes jika penilaiannya yang diberikan tim penilai ada yang
    tidak tepat. Semua siswa mengakui bahwa memang mereka yang terpilih adalah
    benar-benar yang terbaik.

    Selama training para siswa mendapat pelajaran fisika perguruan tinggi dari
    mulai Mekanika, Elektromagnetika, Relativistik, Gelombang, Panas, hingga
    Fisika Kuantum. Training dilakukan di Ruko Gading Serpong yang telah disulap
    menjadi asrama, lab dan ruang kuliah. Untuk mempersiapkan mental para siswa,
    tiap hari sabtu mereka dipertemukan dengan beberapa psikolog. Untuk
    membiasakan dengan soal-soal Olimpiade fisika, pada bulan Febuari/Maret
    diadakan simulasi test dengan menggunakan soal-soal olimpiade Fisika
    Internasional I sampai dengan XXXI, baik soal eksperimen maupun soal
    teori.

    Test-test simulasi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Beberapa siswa
    tampak menonjol sekali, mereka mampu meraih nilai yang sangat bagus.
    Berdasarkan hasil-hasil test ini dan tentunya dengan dukungan doa dari
    masyarakat luas di tanah air, kita harapkan Tim kita mampu meraih beberapa
    medali emas, perak dan perunggu dalam olimpiade yang sangat bergengsi ini.
    Suatu kemenangan yang sangat kita harapkan dan sangat berarti bagi Indonesia
    ditengah-tengah kesulitan yang sedang kita hadapi ini.


    RE:TOFI Berangkat ke Singapore
    Oleh : Yohanes Surya
    Senin, 6 Mei 2002 (07:53 WIB) dari IP 61.5.80.87

    Para rekan fisikawan,
    Terimakasih untuk surat dukungannya.
    Surat dari rekan-rekan semua saya print dan saya berikan pada siswa-siswa
    kita untuk menjadi tambahan semangat.

    Diantara rekan-rekan, mungkin ada yang ingin tahu siapa dan bagaimana profil
    siswa-siswa kita yang akan mewakili Indonesia ke APhO 3.
    Inilah profil mereka. Profil ini didasarkan atas apa yang saya amati selama
    training.
    Salam
    Yohanes

    PROFIL TOFI 2002

    1. Peter Sahanggamu (SMUN 78 Jakarta)
    Anak ini menurut saya sangat spesial. Sejak tahun 2001, waktu ia masih kelas
    II, ia sudah mengungguli semua teman-temannya di TOFI 2001 dalam fisika
    teori. Tetapi karena waktu itu eksperimennya belum terlalu siap, ia tidak
    dikirim ke Olimpiade di Turki.
    Kemampuan analisa Peter sangat baik. Dalam test simulasi dari olimpiade 1 -
    30 Peter mendapat nilai perfect 30 point (100 %). Memang ia pernah melihat
    soal ini tahun lalu, tetapi untuk mendapatkan perfect pada tiap soal dan
    solusi yang berbeda dengan yang dibuku, bukan hal yang mudah. Untuk simulasi
    IPHO 31 dimana ia tidak pernah melihat soalnya ia memperoleh nilai 28,5
    point (dari maksimum 30 point). Soal-soal test tambahan yang saya ambil dari
    berbagai sumber yang advanced dimana ia belum pernah lihat sebelumnya, ia
    tetap menunjukkan kelasnya. Nilai yang diperoleh rata-rata diatas 90 %.
    Untuk eksperimen Peter juga sangat bagus sekali, waktu uji coba di
    Universitas Gajah Mada ia memperoleh nilai 92. Mentalnya sekarang sudah
    cukup baik. Rasanya sulit mencari orang sekomplit Peter. Saya pikir ia akan
    mampu meraih medali emas, bukan mustahil ia akan dapat absolute winner.
    Peter adalah anak seorang guru matematika di Jakarta. Kita doakan sama-sama
    agar ia bisa menjadi absolute winner. Ini merupakan kebanggaan kita bersama.

    2. Evelyn Mintarno (SMUK 1 BPK Penabur Jakarta)
    Sejak awal TOFI SMUK 1 dan SMUN 78 selalu saingan. Tahun 1993, Oki (SMUN 78)
    berhasil mengalahkan Jemmy (SMUK 1). Kali ini kedua sekolah bertemu lagi.
    Mampukah kali ini Evelyn mengalahkan Peter? Evelyn logikanya sangat bagus.
    Hal yang sangat positif darinya adalah ia seorang yang "dingin" "kaku" tidak
    pernah grogi menghadapi soal-soal test. Biasanya orang-orang tipe seperti
    inilah yang sukses dalam Olimpiade Fisika. Karena sifat kakunya itu tak ada
    teman pria yang mengganggunya (ia satu-satunya wanita di training camp).
    Kalau ia diledekin, ia tanggapi dengan dingin dan cuek sehingga yang
    menggodanya langsung diam . Waktu test simulasi soal Olimpiade fisika 25
    tahun 1994 di China yang terkenal sukar itu Evelyn bisa mendapat point
    sangat tinggi (sekitar 25-27 point dari maksimum 30 point), padahal ia belum
    pernah melihat soal test di China ini (tim Indonesia pada tahun 1994 untuk
    fisika teori ini hanya mendapat point sekitar 12 point). Dalam uji coba di
    Yogya ia yang terbaik, berbeda nilai sedikit dengan Peter (Peter waktu di
    Yogya agak kurang hati-hati). Untuk test teori ia dapat 100. Eksperimennya
    juga bagus. Harapan besar ia untuk meraih emas. Saya pikir bukan mustahil ia
    akan menjadi "the best female winner". SAT scorenya cukup tinggi 1437 dan
    TOEFLnya 643. Ia sudah diterima di Stanford, Cornell, Yale, dan beberapa
    universitas top lainnya. Kita doakan agar Evelyn bisa meraih emas pertama
    wanita untuk Indonesia.

    3. Fajar Ardian (SMU Insan Cendekia Tangerang)
    Pertama kali ikut pelatihan, Fajar tersendat-sendat. Tetapi kian lama
    otaknya kian panas. Dengan rasa percaya diri yang sangat besar, ia terus
    melaju. Hingga pada test terakhir ia mampu meraih rangking ke 2. Orangnya
    tekun dan menurut saya logikanya bagus. Kalau ditanya apakah ia sanggup
    meraih emas, jawabannya sangat percaya diri:"Sanggup!!". Eksperimennya juga
    bagus. Tulisannya jelas dan rapih (menunjukkan bahwa pikirannya memang
    jernih). Step-stepnya jelas enak dibaca. Harapan besar bagi ia untuk dapat
    medali emas. Fajar adalah anak seorang pegawai BATAN dan ibunya seorang
    pedagang kecil. Kita doakan agar Fajar juga bisa meraih emas.

    4. Widagdo Setiawan (SMUN 1 Denpasar)
    Ingat Widagdo saya ingat Putu yang juga dari SMUN 1 Denpasar. Keduanya
    mempunyai logika yang sangat bagus (tahun 1995 putu mencapai rekor NEM
    tertinggi, 67,8). Widagdo adalah peraih perunggu dalam Olimpiade Komputer
    tahun lalu. Cara berfikir ia kadang-kadang aneh. Asumsi yang diambil masuk
    akal tetapi sering menyerderhanakan persoalan. Misalnya untuk olimpiade di
    Swedia tentang osilasi air laut, ia membuat model dengan bejana berhubungan.
    Memang hasilnya tidak beda jauh, tapi disini team leader akan dipaksa keras
    untuk meyakinkan juri agar jawaban widagdo bisa diterima.
    Sebenarnya kalau Widagdo tidak keseringan main komputer dan mau lebih serius
    seperti Peter, ia bisa menyamai Peter. Waktu test Olimpiade fisika 1999 di
    Italia (dimana waktu itu Made Agus Wirawan mendapat medali emas) ia
    memperoleh nilai 30 (perfect) bersama-sama dengan Evelyn, Bernard dan Peter
    (note: Widagdo, Evelyn dan Bernard belum pernah melihat test ini sebelumnya
    karena soal-soal test saya simpan secara rahasia). Ketika uji coba di Yogya
    (Gajah Mada) untuk test teori ia dapat nilai 100. Eksperimen elektroniknya
    jago. Saya masih optimis ia mampu meraih medali emas.

    5. Rangga (SMU Taruna Nusantara)
    Rangga masih kelas 2. Potensi besar untuk tahun depan. Saya senang melihat
    tulisannya dan cara ia menjawab soal-soal yang diberikan. Sangat jelas dan
    menunjukkan bahwa ia punya potensi. Saat ini dalam training ia sering
    terpengaruh beberapa teman-temannya yang suka main game di komputer (saat
    malam hari). Kalau ia mau lebih serius, ia bisa lebih baik. Untuk saat ini
    saya perkirakan ia bisa meraih perunggu atau Perak.

    6. Bernard (SMU Regina Pacis Bogor)
    Bernard juga masih kelas 2. Keunggulan dari anak ini adalah matematikanya
    sangat kuat. Tehnik lagrangian, segala tehnik yang menggunakan persamaan
    differensial ia kuasai dengan baik. Sayang logika fisikanya masih perlu
    diasah. Ia masih harus banyak belajar dan melihat berbagai jenis soal fisika
    (jam terbang harus ditambah). Untuk tahun depan ia punya potensi besar. Saya
    perkirakan ia bisa meraih perunggu atau perak.

    7. Christopher (SMU Pelita Harapan)
    Anak ini jam terbangnya cukup tinggi. Soal-soal Irodov (buku terkenal di
    Rusia yang soal-soalnya sangat menantang) ia sudah kerjakan semua, tanpa
    lihat solusinya. Juga soal-soal Qualifying exams (terutama soal
    elektromagnetik) sudah ia kerjakan dengan baik. Namun prestasinya kadang
    turun-naik tergantung moodnya. Tahun lalu di AphO 2 ia nyaris dapat
    perunggu. Tahun ini rasanya ia bisa meraih perunggu atau perak.

    8. Fachrian (SMUN 78 Jakarta)
    Fachrian juara umum di SMUN 78. Orangnya kalem, tenang. Kalau ia belajar
    dari tahun lalu mungkin ia bisa mengejar. Tetapi karena jam terbangnya masih
    rendah, maka hasil yang dicapai selama pelatihan tidak terlalu sebagus yang
    lain. Fachrian cerdik, saya cukup senang dengan logika-logika yang
    dimilikinya. Saya perkirakan Fachrian bisa meraih medali Perunggu, tidak
    mustahil jika kondisi ia baik, ia bisa meraih perak.

    Nah rekan-rekan di HFI, mohon doanya agar para siswa kita berada dalam
    kondisi prima waktu bertanding sehingga hasil yang diperoleh bisa sesuai
    atau melebihi prediksi saya diatas.

    Salam
    Yohanes


    Indonesia meraih emas dalam OFA ke-3
    Oleh : Yohanes Surya
    Kamis, 16 Mei 2002 (14:57 WIB) dari IP 202.155.39.189

    PRESS RELEASE
    Indonesia Meraih Emas Dalam Olimpiade Fisika Asia

    Setelah sebelumnya berhasil meraih ?The best theoretical competition?, Peter
    Sahanggamu siswa SMUN 78 Jakarta, berhasil merebut medali emas dalam
    Olimpiade Fisika Asia (OFA) ke-3 di Singapura (6-14 Mei 2002) bersama-sama
    dengan 7 siswa dari China dan 3 siswa dari Taiwan.

    Disamping medali emas, Indonesia merebut 5 medali perunggu (Widagdo/SMUN 1
    Denpasar, Evelyn/SMUK 1 BPK Penabur Jakarta, Fadjar Ardian/SMU Insan
    Cendekia Serpong, C. Hendriks/SMU Pelita Harapan Karawaci dan Rangga
    Perdana/SMU Taruna Nusantara Magelang) dan 1 honorable mention
    (Fachrian/SMUN 78 Jakarta). Pertandingan fisika ini diikuti oleh 120 siswa
    SMU terbaik dari 15 negara Asia.

    Dalam OFA kali ini rata-rata 3 nilai teratas adalah 39,47 point. Sesuai
    dengan aturan anggaran dasar OFA, 98% dari nilai ini (dibulatkan ke bawah)
    yaitu 35 point adalah batas minimum emas; 78 % (30 point) batas minimum
    perak dan 65 % (25 point) batas minimum perunggu serta 50 % (19 point)
    batas minimum honorable mention. Peringkat tertinggi diraih oleh Gu Chun
    Hui dari China dengan 40,69 point, disusul Fan Xiang Jun dengan 39,92 point
    juga dari China dan Kao Hsien Ching 37,8 point dari Taiwan. Peter
    Sahanggamu meraih 36 point, sehingga berhak juga untuk medali emas.

    Pada pertandingan fisika teori sebelumnya Peter berhasil membuat sejarah
    dengan meraih nilai tertinggi 28,1 point dari maksimum 30 point tetapi
    sayang sekali pada pertandingan fisika eksperimen, Peter hanya meraih 7,9
    point dari 20 point. Menurut Peter pada eksperimen ini ia kehabisan waktu
    untuk mempelajari alat yang relatif baru seperti stroboskop, sehingga ia
    tidak dapat menyelesaikan eksperimen tepat waktu.
    Akibatnya ia kehilangan banyak sekali point. Untuk pertandingan eksperimen
    pelajar China Fan Xiang Jun berhasil meraih nilai tertinggi (The best
    experimental competition) dengan 16,92 point.

    Dalam upacara besok hari senin 13 Mei 2002 pukul 10 pagi, disamping medali
    (11 emas, 7 perak dan 20 perunggu dan 21 honorable mention) juga diberikan
    penghargaan khusus pada The Best Theoretical Competition (Peter Sahanggamu),
    The Best Experimental Competition (Fan Xiang Jun), The most creative
    Solution (Thaned Pruttivarsin/Thailand), Best Overall (Gu Chun Hui/China)
    dan Best newcomer participant (Giga Chkareuli/Georgia).

    Hasil yang dicapai Indonesia terutama dengan merebut penghargaan bergengsi
    The Best Theoretical Competition sangat mengejutkan. Banyak negara memuji
    kemampuan siswa-siswa Indonesia ini yang semula tidak terlalu
    diperhitungkan. Kemenangan ini memberikan arti sendiri bagi Tim Olimpiade
    Fisika Indonesia (TOFI) yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi
    Olimpiade Fisika Internasional (OFI) di Bali Juli 21-29, 2002. Kemenangan
    ini membangkitkan rasa percaya diri untuk merebut prestasi yang lebih baik
    dalam OFI nanti.
    Tim Indonesia akan tiba di Jakarta pada tanggal 14 Mei pukul 17.00 dengan
    pesawat Garuda Indonesia GA 824.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI