fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 23 September 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Siswa Indonesia meraih Emas dalam Kompetisi Riset The First Step to Nobel Prize in Physics
    Oleh : Yohanes Surya
    Jumat, 9 April 2004 (07:30 WIB) dari IP 202.159.34.84


    Siswa Indonesia merebut Medali Emas dalam Kompetisi Riset The First Step to Nobel Prize in Physics.

    Septinus George Saa siswa SMUN 3 Jayapura - Papua-Indonesia berhasil merebut medali EMAS (hadiah pertama) dalam kompetisi riset Fisika tingkat DUNIA untuk siswa SMU, The First Step to Nobel Prize in Physics 2004.

    The First Step to Nobel Prize ini Physics merupakan kompetisi riset yang sangat bergengsi untuk anak-anak SMU. Kompetisi ini diketuai oleh Prof. Waldemar Gorzkowski dari Polandia. Jurinya berjumlah lebih dari 30 orang dan merupakan guru besar dari lebih 25 negara. Kompetisi ini sudah berlangsung 10 tahun.

    Paper Septinus menyisihkan ratusan paper yang berasal dari puluhan negara, setelah melalui penjurian yang luar biasa ketat. Ini sangat luar biasa!

    Septinus membuat makalah tentang bagaimana menghitung hambatan antara dua titik dari suatu rangkaian resistor tak hingga yang membentuk suatu segitiga dan hexagonal.

    Dalam menurunkan rumusnya itu Septinus memanfaatkan deret Fourier yang untuk anak SMU seusia Septinus mungkin masih sangat asing.

    Kita harus mengacungkan jempol atas prestasi Septinus yang luar biasa ini. Terutama karena prestasinya ini membuktikan bahwa siswa dari daerah yang jauh terpencil di Jayapura ternyata mampu menjadi juara dunia jika dibimbing dan diarahkan dengan tepat. Ini akan menjadi dorongan yang besar bagi daerah-daerah lain untuk maju membangun Indonesia.

    Program ini adalah program diknas untuk mengembangkan pendidikan dan riset ditanah air. Septinus terpilih melalui beberapa tahapan seleksi yang diadakan oleh Departemen pendidikan Nasional. Setelah terpilih Septinus dilatih oleh Yohanes Surya selama 4 bulan. Hasil penelitian Septinus ini akhirnya terpilih menjadi yang terbaik di dunia.


    Salam
    Yohanes Surya


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI