fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Rabu, 18 September 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Haryo Sumowidagdo
    Rabu, 6 Oktober 2004 (06:04 WIB) dari IP 202.155.141.139

    http://nobelprize.org/physics/laureates/2004/press.html


    Press Release: The 2004 Nobel Prize in Physics

    5 October 2004

    The Royal Swedish Academy of Sciences has decided to award the Nobel
    Prize in Physics for 2004 "for the discovery of asymptotic freedom in
    the theory of the strong interaction" jointly to

    *David J. Gross*
    Kavli Institute for Theoretical Physics, University of California, Santa
    Barbara, USA,

    *H. David Politzer*
    California Institute of Technology (Caltech), Pasadena, USA, and

    *Frank Wilczek*
    Massachusetts Institute of Technology (MIT), Cambridge, USA.


    A 'colourful' discovery in the world of quarks

    What are the smallest building blocks in Nature? How do these particles
    build up everything we see around us? What forces act in Nature and how
    do they actually function?

    This year's Nobel Prize in Physics deals with these fundamental
    questions, problems that occupied physicists throughout the 20th century
    and still challenge both theoreticians and experimentalists working at
    the major particle accelerators.

    *David Gross*, *David Politzer* and *Frank Wilczek* have made an
    important theoretical discovery concerning the strong force, or the
    'colour force' as it is also called. The strong force is the one that is
    dominant in the atomic nucleus, acting between the quarks inside the
    proton and the neutron. What this year's Laureates discovered was
    something that, at first sight, seemed completely contradictory. The
    interpretation of their mathematical result was that the closer the
    quarks are to each other, the /weaker/ is the 'colour charge'. When the
    quarks are really close to each other, the force is so weak that they
    behave almost as free particles. This phenomenon is called ?asymptotic
    freedom?. The converse is true when the quarks move apart: the force
    becomes stronger when the distance increases. This property may be
    compared to a rubber band. The more the band is stretched, the stronger
    the force.

    This discovery was expressed in 1973 in an elegant mathematical
    framework that led to a completely new theory, /Quantum ChromoDynamics/,
    QCD. This theory was an important contribution to the Standard Model,
    the theory that describes all physics connected with the electromagnetic
    force (which acts between charged particles), the weak force (which is
    important for the sun's energy production) and the strong force (which
    acts between quarks). With the aid of QCD physicists can at last explain
    why quarks only behave as free particles at extremely high energies. In
    the proton and the neutron they always occur in triplets.

    Thanks to their discovery, David Gross, David Politzer and Frank Wilczek
    have brought physics one step closer to fulfilling a grand dream, to
    formulate a unified theory comprising gravity as well ? a theory for
    everything.

    ------------------------------------------------------------------------

    *David J. Gross*, born 1941 (aged 63) in Washington DC, USA (American
    citizen). Doctor's degree in physics in 1966 at the University of
    California, Berkeley. Professor at the Kavli Institute for Theoretical
    Physics at the University of California, Santa Barbara, USA.

    *H. David Politzer*, (American citizen). Doctor's degree in physics in
    1974 at Harvard University. Professor at the Department of Physics,
    California Institute of Technology (Caltech), Pasadena CA, USA.

    *Frank Wilczek*, born 1951 (aged 53) in Queens, New York, USA (American
    citizen). Doctor's degree in physics in 1974 at Princeton University.
    Professor at the Department of Physics, Massachusetts Institute of
    Technology (MIT), Cambridge MA, USA.

    *Prize amount:* SEK 10 million, will be shared equally among the Laureates.

    *Contact persons:* Jonas Förare, Science Editor, phone +46 8 673 95 44,
    +46 703 27 72 00, jonas@kva.se and Eva Krutmeijer, Head of Information,
    phone +46 8 673 9 595, +46 709 84 66 38, evak@kva.se

    Last modified October 5, 2004
    Copyright © 2004 The Nobel Foundation
    Printout of http://nobelprize.org/physics/laureates/2004/press.html


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Donny
    Rabu, 6 Oktober 2004 (06:06 WIB) dari IP 153.18.106.152

    gila, 30 taun yg lalu ditemukan, tp baru sekarang dapet nobel???? buset dahhhhh


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Haryo Sumowidagdo
    Rabu, 6 Oktober 2004 (20:39 WIB) dari IP 131.225.226.228

    Perlu 30 tahun-an karena 30-an tahun yang lalu baru kajian teoretik-nya yang diusulkan. Itupun hanya berupa formulasi matematik (formula), namun metode perhitungan (kalkulasi/komputasi) nya sangat rumit. Hingga saat ini pun masih banyak proses-proses interaksi kuat yang belum dihitung dengan tingkat akurasi yang tinggi, karena perhitungannya memang panjang-panjang.

    Untuk suatu teori agar layak menerima Nobel Prize, teori tersebut haruslah bisa dibuktikan melalui eksperimen.
    Eksperimen tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus juga didukung oleh perhitungan yang detail dan kompleks.
    Baru dalam 10-15 tahun terakhirlah ada cukup banyak hasil eksperimen dan perhitungan detail yang semuanya menunjukkan kesahihan teori interaksi kuat tersebut.

    Komentar akhir: Dengan Nobel Prize ini, maka sudah lengkaplah pengakuan atas kesahihan Standard Model yang mencakup interaksi lemah, interaksi elektromagnetik, dan interaksi kuat. 1979: Sheldon Glashow, Steven Weinberg, dan Abdus Salam; 1999: Martinus Veltman dan Gerard 't Hooft; 2004: David Gross, Hugh Politzer, dan
    Frank Wilczek.


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Memang cukup lama
    Kamis, 7 Oktober 2004 (03:37 WIB) dari IP 202.51.228.28

    hahhahah kalau orang indoenesia, ngak mau kejar nobel cukup jadi profesor, tapi banyak sekali sebenarnya masyarakat indonesia yang ingin belajar sesuatu tetapi banyak yang cepat patah semangat untuk belajar,tetapi belajar itu lama prosesnya. harapan ini di sampaikan juga kepada adik-adik yang masih muda kalau ada kemauan pasti suatu saat anda akan bisa.


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Donny
    Kamis, 7 Oktober 2004 (07:51 WIB) dari IP 153.18.106.62

    bagi gw sih yg terpenting lulus dr salah satu uni ini (princeton, chicago, MIT, stanford, caltech, berkeley) lalu dapet greencard, jadi deh professor disini hehehehehehe


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Sugianto
    Jumat, 8 Oktober 2004 (10:55 WIB) dari IP 64.110.100.243

    kita jangan kejar tu nobel, tapi bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik buat mama dan papa.. udah itu aja


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Try Wahyudi_FISIKA_MIPA_UL
    Jumat, 22 Oktober 2004 (10:11 WIB) dari IP 222.124.50.135

    Ya, namanya juga ilmuan. ya begitu itu, kerja keras,ulet,dsb.metik hasilnya 30 taon kemudian. Tapi buat bangsa Indonesia jangan pesimis, pasti juga kita kebagian kok yg namanya nobel prize. Ntah tahun berapa tp dptnya?Wong kita aja baru 58 tahun merdeka.Aplg sekarang politisi pada ribut2 cari kedudukan/jbtan!Gmn mau maju bangsa ini, klo pemimpinnya tidak mengutamakan pendidikan dan SAINTEK.Amerika dan kroconya itu maju karena SAINTEKNYA (terutama FISIKA bo'). Kita wjb berusaha,berikhtiar dan berdo'a spy nobel bs kita raih.
    CAYO FISIKA, CAYO INDONESIAKU.


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Try Wahyudi_FISIKA_MIPA_UL
    Jumat, 22 Oktober 2004 (10:13 WIB) dari IP 222.124.50.135

    Ya, namanya juga ilmuan. ya begitu itu, kerja keras,ulet,dsb.metik hasilnya 30 taon kemudian. Tapi buat bangsa Indonesia jangan pesimis, pasti juga kita kebagian kok yg namanya nobel prize. Ntah tahun berapa tp dptnya?Wong kita aja baru 58 tahun merdeka.Aplg sekarang politisi pada ribut2 cari kedudukan/jbtan!Gmn mau maju bangsa ini, klo pemimpinnya tidak mengutamakan pendidikan dan SAINTEK.Amerika dan kroconya itu maju karena SAINTEKNYA (terutama FISIKA bo'). Kita wjb berusaha,berikhtiar dan berdo'a spy nobel bs kita raih.
    CAYO FISIKA, CAYO INDONESIAKU.


    Re: Pemenang Hadiah Nobel 2004 : pengembang teori interaksi kuat (QCD)
    Oleh : Try Wahyudi_FISIKA_MIPA_UL
    Jumat, 22 Oktober 2004 (10:13 WIB) dari IP 222.124.50.135

    Ya, namanya juga ilmuan. ya begitu itu, kerja keras,ulet,dsb.metik hasilnya 30 taon kemudian. Tapi buat bangsa Indonesia jangan pesimis, pasti juga kita kebagian kok yg namanya nobel prize. Ntah tahun berapa tp dptnya?Wong kita aja baru 58 tahun merdeka.Aplg sekarang politisi pada ribut2 cari kedudukan/jbtan!Gmn mau maju bangsa ini, klo pemimpinnya tidak mengutamakan pendidikan dan SAINTEK.Amerika dan kroconya itu maju karena SAINTEKNYA (terutama FISIKA bo'). Kita wjb berusaha,berikhtiar dan berdo'a spy nobel bs kita raih.
    CAYO FISIKA, CAYO INDONESIAKU.


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI