fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Selasa, 17 September 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Dampak Olimpiade Fisika
    Oleh : Yohanes
    Jumat, 20 Mei 2005 (07:54 WIB) dari IP 202.153.239.161

    Menyambung diskusi teman-teman tentang dampak Olimpiade Fisika, berikut ini beberapa dampak yang saya lihat dan rasakan secara langsung,

    Meningkatnya permintaan training guru-guru fisika di daerah-daerah secara berkala. Misalnya Jakarta Utara telah mengumpulkan guru-gurunya dan setiap 2 minggu akan mengundang para pembicara dari berbagai universitas untuk memperdalam materi fisika. Temanya adalah penambahan wawasan dan peningkatan kemampuan guru. Hal yang sama terjadi juga di NTT, Jawa Timur (Surabaya), Kalbar, Sumut, Bali, Sulsel dsb. Permintaan bukan hanya dari sekolah negeri saja, tetapi juga dari sekolah swasta dan pesantren-pesantren. Meningkatnya training guru-guru bukan hanya dalam bidang fisika saja, tetapi juga pada guru-guru matematika, kimia, biologi dan lain-lain. Ini saya simpulkan dari surat-surat permintaan pemda-pemda pada kami (Note: Akan sangat baik jika universitas terutama yang mempunyai jurusan MIPA menangkap peluang ini. Universitas dapat menghubungi langsung Pemda, saya percaya tanggapan dari semua pemda akan sangat positif) Meningkatnya permintaan untuk training siswa-siswa untuk olimpiade-olimpiade sains dan matematika. Menurut teman-teman yang menjadi guru les, permintaan siswa untuk ditraining menuju olimpiade fisika (dan matematika, kimia) meningkat pesat. Ada teman di daerah jakarta barat mempunyai murid sampai 200 orang, di bekasi ada yang mencapai 500 orang. Bagi yang mampu mereka bersedia membayar mahal. (Note: ini peluang bagi para guru untuk mendapat penghasilan ekstra).

    Meningkatnya motivasi anak untuk belajar. Adanya berbagai lomba membuat anak-anak lebih giat belajar. Orang tua lebih mudah memotivasi anaknya. Beberapa orang tua bercerita bahwa dulu ia sulit sekali memotivasi anaknya belajar, kini dengan adanya olimpiade-olimpiade ini orangtua cukup berkata "mau jadi juara nggak?" atau "mau jadi seperti si anu yang dapat medali emas?".

    Meningkatnya tulisan-tulisan sains di berbagai Media massa. Yang saya dengar menurut para pimpinan media (Kompas, Tempo, Intisari, Metro TV, koran Tempo Media Indonesia, Republika dsb) saat ini gairah sains sangat meningkat di Indonesia. Itu sebabnya banyak liputan tentang ini. Permintaan untuk mengisi kolom atau artikel sains di berbagai media massa ini meningkat tajam.

    Meningkatnya jumlah buku-buku sains anak-anak di toko-toko buku. Di Gramedia sekarang begitu banyak buku-buku eksperimen sederhana untuk anak-anak (Note: ini peluang bagi para fisikawan yang senang menulis). Meningkatnya kuantitas dan kualitas olimpiade-olimpiade fisika (sains) dan seminar-seminar yang diadakan oleh universitas-universitas (seperti IPB, ITB UPI, UKI, UPH dsb) maupun sekolah-sekolah. Ini terlihat dari banyaknya undangan yang kami terima sebagai pembicara.

    Meningkatnya jumlah center-center MIPA di berbagai tempat. Di Jakarta ada 8 center-center MIPA. Daerah lain (seperti NTT, Bali, Gorontalo) kami dengar juga sudah mulai terbentuk (ini kesempatan bagi para ilmuwan untuk mensosialisasikan ilmu mereka). Munculnya ide kelas super (1 kelas khusus untuk anak-anak jenius dimana materi yang diberikan adalah materi universitas). Tahun ini akan dibuka di Jakarta, Rencananya tahun depan di 10 provinsi. Ini untuk persiapan siswa-siswa menghadapi berbagai olimpiade. Semakin bertambahnya kesempatan bagi anak-anak berbakat untuk berkembang menjadi lebih luas:
    Misalnya : dulu sulit sekali untuk mendapat beasiswa di MIT, Caltech, Princeton, Stanford, Oxford dsb. Sekarang banyak siswa alumni TOFI tersebar diberbagai universitas top di Amerika, Jepang, Australia, Inggris, dsb. Secara tidak langsung akan meningkatkan SDM kita. Satu alumni TOFI sudah jadi professor fisika di USA, dan satu alumni lainnya adalah sarjana fisika termuda (16 tahun).

    Meningkatkan kemampuan siswa untuk bersaing dengan para siswa dari berbagai negara di berbagai universitas top di dunia. Para alumni TOFI (dan juga pelajar Indonesia lainnya) banyak mendapat pujian dari universitas tempat mereka belajar. Surat yang kami terima dari berbagai profesor-profesor diberbagai universitas menunjukkan bahwa prestasi para siswa Indonesia sangat baik. Tiga siswa Indonesia mewakili MIT dalam Boston Area Universities Physics Competition 2004. Meningkatnya antusiasme orangtua yang punya anak jenius. Akhir-akhir ini orang tua yang mempunyai anak jenius banyak menelfon ingin bertemu.

    Beberapa hari yll saya bertemu dengan 1 anak usia 4 tahun tetapi kemampuan menghitungnya luar biasa. Anak lain masih kelas 5 SD tetapi telah menemukan sendiri banyak rumus matematika melalui kutak-katik. Ada juga anak kelas VI tetapi kemampuan matematikanya luar biasa tinggi. Ia juara pertama lomba tingkat SMP. Saat ini saya sedang menangani 1 anak dari pesantren di daerah Serang, Banten yang mempunyai kemampuan matematika luar biasa, usia 9 tahun sudah menyelesaikan seluruh buku Matematika SMU. Tiga hari yll ia menunjukkan hasil karyanya berupa turunan dari suatu fungsi pangkat 40. Hasil pekerjaannya disusun dalam bentuk gulungan kertas sepanjang 187 meter!!! Rekor.

    Meningkatnya keinginan pemda untuk memajukan pendidikan secara menyeluruh di berbagai propinsi. Tahun ini Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (OSN). Untuk membuat jakarta demam sains sekarang sedang diadakan berbagai kegiatan yang melibatkan ratusan ribu siswa. Diantaranya pemilihan putri sains, lomba melukis sains sepanjang 4 kilometer (rekor MURI), lomba karya ilmiah disemua sekolah DKI, belajar sains di Dunia Fantasi Ancol, dsb.

    Semakin diminatinya ruang-ruang atau rubrik sains di majalah/koran. Ruang phenomena di Majalah Intisari makin lama makin diminati orang, ini terlihat dari sangat banyaknya soal yang kami terima. Hal yang sama terjadi juga di ruang "IPA itu asyik lho" di Media Indonesia. Berikut ini kutipan surat dari salah satu orang tua yang saya terima kemarin: "Selamat Sore Pak Yohanes, Saya mempunyai putra berusia 6,5 tahun yang tahun ini akan masuk SD. Beberapa bulan terakhir ini, putra saya tsb sangat tertarik dengan percobaan fisika yang terdapat pada Koran Media Indonesia, yaitu IPA Itu Asyik Lho.. Yang saya ingin tanyakan:
    1. Apakah Bapak Yohanes menpunyai saran dengan keadaan anak saya tersebut.
    2. Apakah Bapak Yohanes mempunyai buku Fisika untuk anak usia tersebut (Karangan Bpk Sendiri) dan bagaimana cara mendapatkannya." Surat sejenis saya terima banyak sekali.

    Meningkatnya keinginan untuk memajukan sains di Pesantren dan sekolah-sekolah agama. Di Banten kami sedang membuat program peningkatan sains di berbagai ponpes, sekolah-sekolah Islam melalui MDC (Madrasah Development Center). Departmen agama juga meminta saya untuk memberikan seminar-seminar secara berkala diberbagai MA, MTs, bahkan untuk membuat buku sains khusus untuk sekolah-sekolah Islam.

    Mudah-mudahan dampak positif ini terus berkembang, sehingga sains akan menjadi trend.

    Salam
    Yohanes


    Re: Dampak Olimpiade Fisika
    Oleh : Rachmat
    Jumat, 20 Mei 2005 (11:24 WIB) dari IP 202.153.239.174

    Terima kasih Pak Yo

    Saya minggu kemarin diundang oleh Mal Puri Matahari di Daan Mogot menghadiri Lomba Matematika (Oooh Daan Mogot begitu macetnya!).

    Lomba diadakan online 20 komputer dan bahannya semacam materi ojicoba SPMB dan hanya berlangsung sekitar 1 jam saja. Hadiahnya 2 juta bagi juara I dimenangkan oleh anak Solo dengan rambut gaya Punk Mohiccan atau Mohawk, betul-betul tidak dapat diduga. Padahal saingan banyak dari SMA IPK yang banyak warga keturunan. Yang juga menarik adalah diselenggarakan meriah oleh setidaknya dua grup Dreamband yang trendy. Para pengunjung Mal sangat terhibur. Juga ada kwis-kwis tambahan bahkan bagi khalayak. Beberapa soal untuk anak-anak setingkat SD dan ada yang untuk ibu rumah tangga. Saya terkesan konotasi lomba matematik atau sains bisa diubah jadi GGL. Gaul Gitue Lho! Suatu saat mungkin bisa pake dangdut. Saya nyumbang dua soal untuk bonus Satu konversi bilangan basis 10 ke basis 2 dan satu soal stereometry.

    Saya kok yakin ini semakin memperjelas "trend" baru. Science is not only OK. It is marketable. Bahkan science is chic, trendy and cool. I am cool, you are cool, he is cool. We are cool. Allright!

    Salam
    Rachmat


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI