fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Senin, 16 September 2019  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi berita :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi berita
» Tulis pesan baru di forum informasi berita

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Indonesia meraih 2 emas dalam APhO
    Oleh : Yohanes Surya
    Senin, 30 April 2007 (06:00 WIB) dari IP 125.160.96.70

    INDONESIA SUKSES DI OLIMPIADE FISIKA ASIA KE 8 SHANGHAI CHINA

    Putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dan negara
    dengan meraih 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu dalam Olimpiade Fisika
    Asia ke 8 di Shanghai tanggal 22-28 April 2007.

    Medali emas diraih oleh Muhammad Firmansyah Kasim siswa kelas I SMAN
    Athirah Makassar dan Rudi Handoko siswa kelas I SMA Sutomo 1 Medan.

    Medali perak diraih oleh Musswadah Mukhtar SMAN 78 Jakarta kelas III,
    David Halim dari SMA Xaverius Bandar Lampung kelas II dan Ivan Gozali
    kelas I SMA Kanisius Jakarta. Medali perunggu diraih oleh Yosua
    Maranatha dari SMAN 3 Yogyakarta kelas II dan Adam Badra Cahaya SMAN 1
    Jember Kelas III.

    Yang sangat mengejutkan adalah medali emas Indonesia diraih oleh
    pelajar kelas I, padahal hampir semua peserta adalah kelas III SMA dan
    soal-soal yang diberikan dalam Olimpiade Fisika Asia ini setara dengan
    soal Fisika tingkat S2/S3. Hampir kebanyakan siswa tidak mampu
    mengerjakan soal-soal yang sangat sulit ini, sehingga negara seperti
    Australia, Israel, India, Kazakhtan, Srilangka dll tidak mampu meraih
    medali emas. Hanya 4 negara (China, Taiwan, Indonesia dan Singapore)
    saja yang meraih emas. Nilai perolehan Firmansyah dibandingkan
    aabsolute winner Yun Yang dari China (dengan 43,3 point dari maksimal
    50 point) hanya berbeda 0,1 point!

    Hampir semua negara peserta memuji keberhasilan siswa Indonesia ini
    yang mampu menerobos dominasi siswa-siswa China ini China. Berikut ini
    adalah urutan 5 terbaik:

    1. Yun Yang meraih nilai total (eksperimen + teori) 43,3 (China)

    2. Muhammad Firmansyah Kasim meraih nilai total 43,2 (Indonesia)

    3. Han Yu Zhu meraih nilai total 43,1 (China)

    4. Tuo Cheng Cai meraih nilai total 42,9 (China)

    5. Shu Chen meraih nilai total 42,8 (China)

    Yang luar biasa lagi adalah Muhammad Firmansyah Kasim berhasil
    mengalahkan semua pelajar China (mengalahkan naga) dalam fisika
    eksperimen, namun sayang kalah sedikit dalam fisika teori. Firman
    berhasil menempati urutan kedua dari 153 peserta dengan meraih nilai
    total 43,2 point.

    Dari hasil tahun ini ditambah tahun lalu--yang melahirkan Jonathan
    Pradana Mailoa menjadi juara dunia dengan meraih absolute winner dalam
    olimpiade Fisika dunia ke 37 Singapore--semakin menguatkan keyakinan
    bahwa bangsa kita ternyata mampu. Dengan demikian semakin membuka mata
    dunia bahwa sesungguhnya SDM Indonesia tidak bisa dipandang remeh.

    Inilah urutan prestasi para pelajar ASIA dalam ajang APhO ke-8:

    No. Nama Negara Nilai Total Medali
    1. Yun Yany China 43.3 Emas
    2. Muhamad Firmansyah K. Indonesia 43.2 Emas
    3. Han Yu Zhu China 43.1 Emas
    4. Tuo Cheng Cai China 42.9 Emas
    5. Shu Chen China 42.8 Emas
    6. Chien-Chang Chen Taiwan 42.8 Emas
    7. Feng Zhu China 41.65 Emas
    8. Shu Yuan Wang China 40.3 Emas
    9. Chao Yu China 40.10 Emas
    10. Chang-Chi Wu Taiwan 39.7 Emas


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2019 LIPI