fisik@net lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5325 Minggu, 9 Agustus 2020  
 
LIPI

depan
database
database
artikel
fenomena
kegiatan
situs
info
kamus
publikasi
buku
prestasi
kontak
e-data

  » Penghargaan
  » Cara link
  » Mengenai kami
  Forum informasi pengumuman :

pengumuman berita dana beasiswa lowongan teknis

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum informasi pengumuman
» Tulis pesan baru di forum informasi pengumuman

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Jurnal HFI
    Oleh : Redaksi HFI
    Sabtu, 29 Juni 2002 (00:33 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Rekan-rekan Yth.,

    Menindaklanjuti program-program Pengurus Himpunan Fisika Indonesia (HFI)
    Pusat, berikut ini kami sampaikan informasi mengenai jurnal-jurnal yang
    dikelola HFI Pusat. Informasi ini terutama terkait dengan renovasi sistem
    jurnal sehingga lebih efisien serta bisa dimanfaatkan dengan optimal oleh
    komunitas fisika Indonesia.

    Kami akan sangat berterima-kasih bila pesan ini bisa disampaikan juga kepada
    komunitas lain yang terkait. Atas perhatian dan bantuannya sekali lagi kami
    ucapkan terima-kasih.

    Ttd. Editor
    L.T. Handoko
    Terry Mart
    Email : redaksi@hfi.fisika.net

    |EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU|
    PUBLIKASI HFI PUSAT
    |EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU|

    HFI Pusat terhitung sejak tahun 1982 mengelola dan menerbitkan beberapa
    jurnal fisika yang telah terakreditasi :

    1. Jurnal Fisika Himpunan Fisika Indonesia : ISSN 0854-3046
    jurnal fisika dalam bahasa Indonesia (http://jf.hfi.fisika.net)

    2. Physics Journal of the Indonesia Physical Society : ISSN 1410-8860
    jurnal fisika dalam bahasa Inggris (http://pj.hfi.fisika.net)

    Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2002 telah diadakan renovasi sistem
    secara keseluruhan untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja jurnal
    dengan mengadopsi sistem "full online" untuk kedua jurnal. Untuk itu pada
    kesempatan ini kami mengundang segenap fisikawan Indonesia untuk
    turut berpartisipasi mengirmkan naskah.

    Saat ini masing-masing jurnal dibagi menjadi 3 volume : (A) Fisika Terapan,
    (B) Fisika Pendidikan dan (C) Fisika Teoritik. Berdasarkan jenis artikel,
    kami menerima artikel dalam bentuk (1) Letter, (2) Regular, (3) Comment,
    (4) Review serta (5) Proceeding.

    KETENTUAN UMUM :

    1. Naskah merupakan karya ilmiah di bidang fisika.
    2. Naskah belum pernah atau tidak sedang dalam proses diterbitkan di
    media lain.
    3. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia / Inggris sesuai dengan jenis
    jurnal seperti tersebut diatas.
    4. Naskah ditulis memakai format LaTeX atau MS-Word. Format untuk
    MS-Word bebas karena akhirnya akan dikonversi ke LaTeX Template
    untuk LaTeX tersedia di situs masing-masing jurnal.
    5. Pengiriman naskah lengkap bisa dilakukan secara elektronik penuh
    memakai formulir online yang tersedia di situs masing-masing jurnal.
    6. Naskah diterbitkan segera setelah proses penilaian oleh penilai yang
    dipilih oleh Editor dari pihak ketiga yang BUKAN berasal dari institusi
    yang sama.
    7. TIDAK dikenakan biaya apapun sampai proses penerbitan, kecuali :
    a. Untuk NON-ANGGOTA HFI dikenakan biaya penerbitan Rp. 5.000 /
    halaman (halaman jadi setelah konversi).
    b. Untuk naskah dengan format non-LaTeX dikenakan biaya konversi
    Rp. 10.000 / halaman (halaman jadi setelah konversi).
    8. Segera setelah naskah disetujui untuk diterbitkan dan biaya dilunasi
    (untuk non-anggota HFI dan atau naskah dengan format non-LaTeX),
    akses ke naskah langsung dibuka untuk umum. Secara umum seluruh
    proses sejak naskah diterima sampai penerbitan TIDAK LEBIH dari 2 bulan.
    9. Versi cetak beserta sampul jurnal bisa diakses / di-download oleh publik
    secara CUMA-CUMA. Perkecualian bagi yang tidak bisa mencetak
    sendiri, bisa mengajukan permintaan dengan biaya
    Rp. 2.000 / halaman ditambah ongkos kirim dalam Indonesia sebesar
    Rp. 10.000 / 50 halaman. Pengiriman akan dilakukan SETELAH pelunasan !
    10. Setiap naskah yang diterbitkan akan diberitahukan melalui milis HFI
    dan Fisika Indonesia sehingga bisa segera diketahui publik.
    11. Informasi lebih detail bisa didapat di situs masing-masing jurnal diatas.


    |EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU|
    APA & MENGAPA ?!
    |EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU|

    APA KEUNTUNGAN SISTEM ONLINE PENUH INI ?
    1. Efisiensi (tenaga dan biaya) seluruh proses, baik bagi pengelola maupun
    penulis karena semua proses dilakukan secara elektronik tanpa kertas.
    2. Memungkinkan penyimpanan arsip artikel yang kemudian bisa diakses
    dengan MUDAH, oleh SIAPAPUN, KAPANPUN dan DARI MANAPUN.
    3. Proses editorial sampai penerbitan yang CEPAT, secara umum tidak
    lebih dari 2 bulan.
    4. Proses editorial yang transparan karena bisa diikuti secara real time
    oleh penulis sehingga memberikan kepastian kepada penulis.
    5. Dimungkinkan cross-reference dengan database di luar negeri sehingga
    artikel di jurnal direfer secara otomatis dan online ke seluruh dunia.

    MENGAPA SISTEM INI DIYAKINI BISA MENINGKATKAN AKTIFITAS
    FISIKAWAN INDONESIA ?
    1. Total biaya yang dikeluarkan lebih murah. Untuk penulis biaya yang
    ditanggung rata-rata menjadi 50% dari biaya penerbitan konvensional.
    Bila penulis memakai LaTeX biaya malah menjadi NOL !
    2. Semua fisikawan Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri
    bisa turut aktif mengirimkan tulisan karena semua proses dilakukan
    melalui internet !
    3. Proses penerbitan yang cepat karena tidak perlu menunggu
    naskah-naskah lainnya, yaitu rata-rata 2 bulan. Ini akan merangsang
    fisikawan untuk giat menulis. Sebelumnya secara umum lebih suka
    mengikuti pertemuan ilmiah karena bisa langsung mendapatkan
    prosiding tanpa keterlambatan.
    4. Mengurangi beban pengelola dengan drastis sehingga kesinambungan
    jurnal bisa lebih mudah terjaga.
    5. Merangsang budaya menulis sesuai kaidah ilmiah internasional yaitu
    menulis sebagian / hasil sementara riset di prosiding setelah presentasi,
    kemudian hasil ringkas dibuat sebagai Letter dan hasil lengkap sebagai
    Regular. Untuk peneliti senior akan diundang untuk menuliskan artikel
    panjang atas sebuah tema tertentu dan diterbitkan sebagai Review.
    6. Memberikan beban mental positif kepada penulis karena artikelnya
    akan diakses dan terbuka luas bagi publik dalam jangka waktu lama
    dibandingkan dengan versi konvensional. Dengan kata lain adanya
    cek dan recek dari pembaca makalah.

    APA ITU LaTeX DAN BAGAIMANA MENDAPATKANNYA ?
    LaTeX adalah sistem typesetting yang menjadi standar internasional
    penerbitan. Sistem ini berbasiskan lisensi bebas dan bebas diperoleh
    dimana-mana melalui internet maupun tersedia dalam paket CDROM
    yang relatif berharga murah. Untuk saat ini tersedia LaTeX untuk sistem
    operasi Linux, Unix, Windows dan DOS. Sayangnya di Indonesia belum
    ada penjual paket serta manual LaTeX yang komprehensif. Namun
    dalam waktu dekat akan dilansir manual LaTeX yang disediakan cuma-
    cuma di fisik@net. Untuk sementara Anda bisa mendapatkan hampir
    semua link resource LaTeX di direktori situs di fisik@net
    (http://www.fisika.net).

    MENGAPA MEMAKAI LaTeX ?
    1. LaTeX merupakan standar penerbitan internasional.
    2. Memungkinkan dilakukannya otomatisasi proses pada semua tahap.
    3. Memungkinkan pengarsipan yang efisien.
    4. LaTeX tersedia dalam lisensi bebas seperti sistem operasi Linux
    sehingga murah.
    5. Mutu cetakan tidak tergantung pada sistem operasi dan printer yang
    dipakai.
    6. Mutu cetakan yang tinggi dan setara dengan penerbitan.

    MENGAPA HARUS ADA BIAYA KONVERSI ?
    Karena diperlukan tenaga tambahan untuk melakukan konversi ke
    format LaTeX. Meski biaya konversi perhalaman ini sama dengan
    biaya penerbitan di jurnal-jurnal ini sebelumnya, setelah konversi
    umumnya jumlah halaman menjadi setengah dari format Word !
    Sehingga akan menghemat biaya penerbitan bagi penulis sampai
    50% dari sebelumnya

    BAGAIMANA DENGAN ASPEK HUKUM JURNAL INI ?
    Perlu ditekankan bahwa secara hukum ini TETAP jurnal konvensional
    dan bukan jurnal online. Sistem online hanya diadopsi untuk distribusi
    dan manajemen editorial. Oleh karena itu setiap awal tahun dilakukan
    pencetakan hardcopy tahun sebelumnya untuk memenuhi formalitas
    hukum. Namun pencetakan ini hanya dilakukan terbatas sekali guna
    dikirimkan ke Perpustakaan Nasional, PDII dan instansi terkait.

    BAGAIMANA DENGAN SYARAT KUM ATAU P2JP ?
    Untuk pengajuan KUM sama sekali tidak ada masalah karena penulis
    bisa mendownload artikelnya dan kemudian mencetaknya sendiri.
    Pada setiap artikel secara otomatis sudah termasuk sampul depan dan
    sampul kedua yang menjadi syarat administrasi pengakuan KUM.

    APA ITU SUPLEMEN PROSIDING ?
    Kedua jurnal menerima penerbitan prosiding pertemuan ilmiah fisika
    dan menerbitkannya sebagai suplemen. Proses penyaringan tetap
    menjadi keweangan panitia, sedangkan jurnal hanya melakukan
    proses penerbitan.

    |EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU||EQU|


    Jurnal vs Prosiding
    Oleh : Redaksi HFI
    Sabtu, 29 Juni 2002 (00:34 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Rekan-rekan Yth.,

    Berikut ini perkenankan kami menjelaskan
    lagi satu hal penting yang masih
    menjadi pertanyaan banyak calon penulis
    pada jurnal-jurnal yang dikelola oleh
    HFI Pusat dan terkait erat dengan
    Simposium Fisika Nasional XIX yang akan
    diselenggarakan di Bali.
    Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :
    1. Mengapa jurnal HFI berusaha
    membedakan artikel regular dan
    prosiding, kok
    tidak memilih atikel-artikel di
    prosiding untuk dijadikan artikel
    regular
    seperti selama ini dan umum dilakukan
    hampir semua jurnal ?
    2. Apakah tidak terlalu muluk kalau
    berharap mendapat artikel regular yang
    notabene harus berisi inovasi baru ?
    3. Mengapa ada pembatasan jumlah halaman
    untuk Prosiding SFN XIX ?
    4. Apakah pemisahan yang tegas antara
    artikel prosiding dan regular ini tidak
    memberatkan dalam memperoleh KUM ?

    Jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas
    bisa dijelaskan sbb :

    Pada prinsipnya antara artikel regular dan prosiding ada perbedaan yang
    sangat mendasar, yaitu artikel regular berisi "inovasi baru" lengkap dengan
    semua penjelasannya, sedangkan prosiding bisa inovasi baru, sekedar laporan
    perkembangan, laporan hasil sementara, dll. "Inovasi baru" disini bisa
    berarti hal yang sama sekali baru, metoda yang baru, analisa yang baru,
    interpretasi yang baru, bahan yang dipakai baru, dsb. "Baru" disini berarti
    "hal yang sama belum dilakukan" oleh orang lain.

    Dengan pengertian diatas tentu saja target jurnal HFI bukan sesuatu yang
    muluk, karena semua penelitian hakekatnya adalah mencari sesuatu yang baru,
    meski mungkin hanya salah satu aspek kecil saja misalnya. Kalau sama sekali
    tidak ada sesuatu yang baru tentu saja itu bukan penelitian ;-(. Hanya saja
    memang jurnal HFI "cukup tahu diri" untuk tidak menuntut "level kebaruan atau
    prosentase kebaruan" itu tinggi atau besar. Jadi misalnya kalau yang baru itu
    hanya jenis kawat yang dipakai di eksperimen, untuk Phys Review mungkin
    kurang dan tidak bisa diterima, namun untuk jurnal HFI masih bisa diterima....

    Dari prinsip diatas jurnal HFI menarik garis pemisah yang tegas antara
    artikel yang dipresentasikan di pertemuan ilmiah serta artikel regular. Bila
    selama ini "hampir semua jurnal" mengisi artikel regular dengan artikel
    prosiding, maka itu bersifat "terpaksa" akibat kekurangan artikel regular.
    Sayangnya hal ini seolah menjadi kebiasaan padahal secara etika tidak bisa
    dibenarkan selain juga tidak fair dan tidak mendidik anggota komunitas
    ilmiah. Dengan sistem baru pada jurnal HFI, semua kendala diatas sudah tidak
    relevan karena proses penerbitan dilakukan online sehingga tidak dikejar
    deadline, dan tidak ada lagi istilah kekurangan artikel . Oleh karena itu
    jurnal HFI |APO|dengan berani" menuliskan jenis artikel yang diterbitkan apakah
    artikel regular atau prosiding.

    Karena seperti diketahui, artikel prosiding bobot KUM-nya jauh lebih rendah
    daripada artikel regular, maka jurnal HFI mendorong para calon penulis untuk
    rajin menulis artikel regular yang "pasti" dinilai full yaitu 25 kredit !
    Meski bukan berarti bisa seenaknya, untuk prosiding sebenarnya cukup sebagian
    hasil, hasil awal dari penelitian atau laporan perkembangan penelitian,
    sedangkan untuk hasil lengkapnya bisa dituliskan sebagai artikel regular.
    Dengan sistem ini, terlebih dengan adanya jenis artikel Letter (artikel
    regular yang pendek dan berisi rangkuman hasil pentingnya saja), maka
    kesempatan memperoleh KUM malah menjadi lebih besar. Karena penulis bisa
    memperoleh KUM dari artikel yang ditulis sebagai prosiding, Letter dan
    artikel regular, meski semuanya membahas tema dan penelitian yang sama. Tentu
    saja aspek "inovasi baru" yang difokuskan berbeda pada masing-masing artikel.
    Oleh karena itu untuk artikel prosiding dibatasi jumlah halaman, karena
    memang tidak perlu dan tidak relevan, selain ada kendala teknis atas biaya
    yang harus ditanggung oleh panitia.

    Sistem diatas sebenarnya standar dan sudah baku dipraktekkan di semua negara,
    sehingga jurnal-jurnal HFI dengan sistem yang baru ini diharapkan bisa
    menjadi motivator dan sarana untuk praktek dan berlatih bagi segenap anggota
    komunitas ilmiah fisika untuk melakukan penelitian dan menuliskan hasilnya
    secara fair dan terencana.

    Demikian semoga bisa dipahami dan menjawab pertanyaan atau kerancuan yang
    masih ada. Terima-kasih.

    a.n. Redaksi HFI
    L.T. Handoko
    Ketua Redaksi
    Email : redaksi@hfi.fisika.net
    http://hfi.fisika.net


    Re: Jurnal vs Prosiding
    Oleh : A Rusli
    Sabtu, 29 Juni 2002 (00:35 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Rekan Redaksi Jurnal HFI yth, 28 Maret 2002

    Pada umumnya, saya setuju dengan uraian pak
    Handoko di bawah ini.

    Akan tetapi saya ingin mencatat, bahwa Kontribusi
    Fisika Indonesia (KFI)
    terbitan Departemen Fisika ITB, walau memang
    antara lain mempublikasikan
    makalah yang dipresentasikan pada Seminar Tahunan
    Fisika dll, tetapi
    melakukan itu setelah menyaring dan memprosesnya
    melalui prosedur penilaian
    (refereeing) yang baku. Maka apa yang akhirnya
    terpublikasi dalam KFI dapat
    dipandang sudah mengandung kebaruan yang pantas.

    Salam, A Rusli
    Ketua Dewan Redaksi KFI


    RE:Jurnal vs Prosiding
    Oleh : Redaksi HFI
    Sabtu, 29 Juni 2002 (00:36 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Terima-kasih atas masukan dari Pak Rusli. Memang benar apa yang dikatakan pak
    Rusli, karena hal yang sama juga terjadi dan dilakukan pada jurnal-jurnal HFI
    dengan sistem lama. Karena semua kendalanya sama, yaitu dikejar kebutuhan
    menerbitkan jurnal padahal naskah yang masuk kurang seperti sudah saya
    singgung ;-(. Hal ini juga yang menjadi salah satu motivasi untuk
    mengonlinekan jurnal-jurnal HFI, sehingga bisa fleksibel yang akhirnya
    memungkinkan dilakukan pembedaan dengan tegas antara naskah prosiding dan
    reguler.

    Salam,
    Handoko


    Jurnal Online HFI : mengapa oh mengapa ?
    Oleh : Skin-head group
    Sabtu, 29 Juni 2002 (00:39 WIB) dari IP 140.105.16.2

    Si Benjol senang sudah ada jurnal (full)
    online HFI, karena sekarang dia
    bisa kirim jurnal dengan cepat dan biaya
    lebih murah. Apalagi semua
    prosesnya online dan bisa diakses
    real-time sehingga ada kepastian dan
    "nasib papernya tidak digantung" entah
    sampai kapan tanpa tahu prosesnya
    sudah dimana. Tapi tetap saja si Benjol
    masih kurang puas dan ngomel ke
    temannya si Plontos...

    BENJOL: Aku selama ini jarang nulis di
    jurnal dan cuman di prosiding
    saja, karena itu aku masih bingung
    dengan proses yang harus dilalui,
    pusing sampe benjol aku .

    PLONTOS: Ooohh gampang... Ikuti saja petunjuk gua nih !
    Akses ke situs jurnal HFI, kalau yang bahasa Indonesia di
    http://jf.hfi.fisika.net, kalau bahasa Inggris di
    http://pj.hfi.fisika.net. Kalau pengin murah aksesnya jangan dibaca di
    warnet, tapi save dan simpen di disket terus baca pelan-pelan di rumah
    aja.

    BENJOL: Kok ada 2 sih, apa itu cuman terjemahannya aja ?

    PLONTOS: Huusss ngawur aja, masing-masing jurnal lain itu. ISSN-nya aja
    beda kok !

    BENJOL: Untungnya apa sih kok dibuat online gitu, kok kayak kurang kerjaan
    aja ?!?!

    PLONTOS: Walah... walah... justru karena kebanyakan kerjaan jadi dibuat
    online ! Katanya sih pengurusnya kali ini males-males jadi dibuat online
    supaya ada pembagian kerja yang seimbang sama penulis. Apalagi
    kayaknya semangat pengabdian (melayani dengan cuma-cuma semua
    anggota) mereka kurang banget. Istilah jaman Orba dulu, penginnya ada
    gotong royong lah... Jadi kamu harus banyak ngelayani (bukan swalayan
    lho) diri sendiri, dan bukan minta dilayani melulu. Toh, akhirnya kamu
    juga banyak enaknya, karena semuanya serba pasti dan malah cepat n murah !

    BENJOL: Ooohhh gitu toh... Jadi kayak SFN XIX kali yah. Aku harus nulis
    sendiri data diri, terus registrasi sendiri, terus semuanya langsung
    nongol di layar saat itu juga. Aku pikir awalnya aku malah repot, tapi
    ternyata malah enak soalnya kemungkinan salah jadi kecil, lha aku nulis
    sendiri semuanya . Lagipaula enaknya jadi ada kepastian, malah
    dikasih email konfirmasi segala. Aku juga nggak perlu ngeprint apa-apa,
    cukup dilihat di layar aja, terus tak kirim, apalagi tinta mahal yah...

    PLONTOS: Paper kamu juga bisa lebih banyak dibaca orang lho... Lha
    semuanya dibuka gratis. Disimpan terus sampai tua lagi. Juga kalau mau cari
    rujukan jadi gampang... Kalau lagi bokek, ya nggak usah diprint dan
    pelototin aja di layar.

    BENJOL: Wah malah berabe donk, aku jadi nggak bisa main-main sama
    paperku. Lha yang lihat banyak orang, apalagi mau nyontek nggak bisa
    donk yah...

    PLONTOS: Hooo... hooo... ya memang tujuan mulianya mereka mau meningkatkan
    kuantitas dan kualitas karya ilmiah fisikawan Indonesia. Yah, meski tujuan
    praktisnya cuman karena mereka males aja kali yah....

    BENJOL: Apa bener yang ngirim paper nambah, bukannya malah banyak yang
    merasa repot karena harus ke warnet ?

    PLONTOS: Dasar benjol kamu ! Khan kamu sudah rasaiin enaknya. Juga lebih
    murah khan... Coba hitung berapa ongkos pos, cetak dan beli disket
    dibanding sama ke warnet yang nggak sampe sejam, nggak ada 1/4
    ongkosnya. Sudah begitu kamu nggak perlu telepon, fax, kirim surat
    nanyainn status dsb, yang belum tentu segera ada yang jawab lagi ;-(.
    Khan kamu sekarang cukup klik situs, masukin nomor akses terus status
    naskah ditongolin. Kenyataannya memang nambah kok jumlah paper yang
    masuk...

    BENJOL: Tapi kok kayaknya ada banyak prosedur sih ? Kayak waktu SFN XIX
    ini juga begitu...

    PLONTOS: Dasar kamu orang Indonesia tulen yang nggak biasa hidup dalam
    sistem. Kalau mau ada kepastian, harus ada sistem. Nah kalau ada sistem
    itu berarti ada prosedur baku. Toh, kalau kamu ikuti dengan baik kamu juga
    yang enak khan, jadi nggak repot dan merepotkan.... Khan sistem yang
    dibuat bukan sistem ala PNS : "kalau bisa dipersult kenapa dipermudah",
    tapi khan prosedur yang memang sesuai logika dan menyamankan semua pihak
    yang terkait... Mangkanya selama ini di Indonesia kita selalu hidup dalam
    ketidakpastian, soalnya nggak ada sistem yang logis dan diterapkan dengan
    konsisten. Jadi ini semacam memperbaiki dari diri sendiri (baca: komunitas
    fisika)... Sorry jadi ngomong politik nih .

    BENJOL: Iya deh... iya deh... ngerti aku. Habis ini aku mau memahami semua
    prosedur dan terus ikutin deh... Eh, katanya kalau nggak ikut prosedur
    pengurusnya main hapus saja yah...?!

    PLONTOS: Oh iya katanya, soalnya orangnya males-males sih... Pada males
    urusan administrasi katanya. Yang di SFN juga begitu, langsung dicoretin
    semua dan malah dimarahin kalo ada yang nyeleneh... Ngomong gagahnya ini
    salah satu bentuk konsistensi supaya sistem jalan dan diikuti. Meski kalau
    untuk SFN sebenarnya mereka banyak ngalah juga lho katanya. Tapi kalau
    jurnal kayaknya cuek saja, main coret saja yang nggak mau ikut
    sistem....

    BENJOL: Nyeleneh gimana ?

    PLONTOS: Katanya masak ada yang kirim pesan minta dikirimin info SFN via
    fax, padahal jelas-jelas ngirim pesannya lewat halaman KONTAK di situs
    HFI ;-(. Juga ada yang ngirim paper atau pesannya ke email entah punya
    pengurus yang mana. Juga ada yang ngeluh susah kalau harus lihat situs
    HFI, padahal ngirim emailnya pake Yahoo... Tapi sebenarnya mereka nggak
    marah kok, cuman sering geli aja meski juga maklum karena pada "gaptek"...

    BENJOL: Tapi khan banyak orang daerah yang harus dimaklumi...

    PLONTOS: Siapa bilang, katanya yang aneh-aneh itu malah banyak orang kota
    besar. Yang di daerah malah mereka lurus-lurus aja dan jarang ada
    masalah. Kayaknya nggak ada kendala kota dan daerah untuk masalah gaptek
    ini...

    BENJOL: Oke deh, tapi saya kadang masih nggak ngeh dengan prosedur
    jurnal, maklumlah aku khan selalu nulis prosiding aja.

    PLONTOS: Oke kalau gitu, nih aku jelasin...
    1. Siapin email kamu. Pake email yang bener dan selalu dibuka.
    2. Kirim paper via situs salah satu jurnal. Jangan lupa papernya dikompres
    biar kecil dan cepet kirimnya, jadi bayar warnetnya murah. Isi semuanya
    dengan benar...
    2. Segera setelah kirim, kamu akan dapat konfirmasi termasuk nomor
    akses di email kamu.
    3. Biasanya besoknya kamu sudah bisa lihat halaman status jurnal kamu pake
    nomor akses itu. Kamu bisa cek secara berkala setelah itu. Karena semua
    proses, sampai komunikasi dengan kamu dan penulis juga tercatat disana !
    4. Tinggal tunggu aja... Biasanya kamu akan dapat balasan dari
    Editor kalau paper udah selesai dinilai.
    5. Kalau perlu diperbaiki, ya kamu kirim lagi versi perbaikannya via situs
    kayak diatas. Kalau diterima, ya kamu akan dapat email pemberitahuan
    lengkap dengan biaya (kalau ada) yang harus dibayar.
    6. Bayar semuanya via BCA (jadi lewat internet juga bisa !), terus kirim
    email konfirmasi kalau sudah bayar.
    7. Biasanya dalam 3 hari kamu dapat lagi email pemberitahuan kalau akses
    ke paper sudah dibuka !

    BENJOL: Wah nyaman tuueenaann !!! Tapi kalau aku nggak bayar gimana ?

    PLONTOS: Yah nggak gimana-gimana, cuman paper kamu nggak akan pernah
    dibuka aksesnya.

    BENJOL: Lho apa nggak rugi tuh Editornya ? Biasanya mereka khan
    "ngalah" daripada nggak ada paper.

    PLONTOS: Ha... ha... kuno kamu ! Yang ngurusin sekarang nggak mau tahu mau
    ada paper atau nggak. Lha wong semuanya online kok, mereka nggak takut ada
    deadline. Begitu ada paper diterima ya terbit, kalau nggak ada ya biarin
    aja, santai aja katanya...

    BENJOL: Ah tapi katanya proses editorialnya cuman dua bulan, tapi kok saya
    lihat paper yang muncul ada yang lebih dari itu...

    PLONTOS: Kalau kamu penulis dan ikutin status paper kamu, kamu bisa tahu
    yang lama itu biasanya di Penilai. Tapi karena pengurusnya males, biasanya
    kalau sudah lewat 2 minggu nggak ada respon langsung ganti Penilai
    lain. Yang lebih lama lagi biasanya ya di penulis alias kamu sendiri,
    alias lama nggak bayar-bayar atau lama nggak ngasih respon kalau ada
    revisi. Biasanya kalau yang begini akan dikirimin pesan pengingat seminggu
    sekali. Kalau nggak ada respon juga ya papernya dibuang, dimasukkan ke
    TRASH alias di folder untuk paper yang ditolak ! Lha tinggal 1 klik aja
    kok untuk mindah file itu...

    BENJOL: Lho apa manajemen di Editor juga online ?

    PLONTOS: Oh iya, namanya juga orang-orang males, semuanya online lewat
    web. Tinggal main klik saja. Kirim pesan ke kamu, Penilai dll semuanya via
    web dan tinggal klik saja. Karena semua pesan sudah terformat, pesan paper
    diterima, pesan paper ditolak, pesan marahin penulis, dsb... dsb...

    BENJOL: Katanya nggak perlu bayar kalau aku anggota HFI, tapi kok masih
    ditagih juga ?

    PLONTOS: Baca donk prosedurnya ! Kalau kamu anggota DAN nulis pake format
    LaTeX ya gratis. Kalau nggak ya kamu harus bayar. Tapi khan lebih murah...

    BENJOL: Ah mana, aku disuruh bayar Rp. 10.000 / lb tuh ! Khan sama dengan
    dulu ?

    PLONTOS: Ho... ho... memang sama, tapi jangan lupa paper kamu dikonversi
    ke LaTeX. Jumlah lembar yang dihitung itu SETELAH konversi, padahal
    biasanya paper yang di Word itu bakal cuman jadi separo, jadi total
    ongkosnya jadi separo !

    BENJOL: Kenapa sih pake LaTeX segala, bikin repot aja !

    PLONTOS: Lho ini malah nggak repot ! Lha barangnya gratis, terus formatnya
    nggak bakalan berubah meski 10 tahun ke depan. Coba kalau tulis pake Word,
    kamu baca pake Word yang besok pagi aja bisa berubah formatnya. Juga
    ukuran datanya jadi kecil banget, mangkanya jadi bisa disimpen
    semuanya. Juga ini khan standar internasional, jadi sekalian supaya tujuan
    mulianya tercapai yaitu meningkatkan mutu jurnal. Jadi untuk jangka
    panjang ini termasuk salah satu bentuk sistem. Khan kita menerapkan
    manajemen modern dengan sistem yang logis dan baku, plus ada visi jangka
    panjang. Jadi bukan visi jangka pendek kayak kita-kita sekarang yang
    terbiasa mroyek melulu...

    BENJOL: Terus bagaimana kalau aku mau pake paperku untuk dapat KUM ?

    PLONTOS: Ooohhh tenang saja, khan kalau kamu download paper kamu sudah ada
    sampul depan dan penjelasan mengenai jurnalnya. Ya sudah cukup itu !

    BENJOL: Kok yang aku download papernya dalam format ZIP sih ? Katanya
    full online dan bukan cuma naruh file di internet ?!

    PLONTOS: Sistem disitu sebenarnya cuman TEX file saja yang disimpen, terus
    kamu bisa klik aneka format yang kamu suka (PS, PDF, DVI). Nah kalau
    kamu klik "akan dibuatkan secara real-time" format paper yang kamu
    minta. Tapi... karena untuk mempercepat proses download (katanya kasihan
    kamu-kamu yang akses internetnya memble) sistem ideal itu "untuk
    sementara" dipending dulu dan langsung disediakan format PDF yang sudah
    di-ZIP supaya kecil datanya dan kamu cepet downloadnya. Mangkanya kamu
    sekarang nggak bisa milih format kalau download. Jadi meski males dan
    kurang semangat pengabdiannya, mereka-mereka itu baik lho...

    BENJOL: Kok kayaknya mereka getol banget sih ngajak berinternet ria
    kita-kita ini ?

    PLONTOS: Kata mereka sih, mereka nggak percaya ilmuwan yang ngaku ngerjain
    kegiatan ilmiah tapi nggak pernah nyenggol internet . Jadi ini sesuai
    tujuan mulianya, yaitu meningkatkan kualitas komunitas ilmiah (baca :
    ilmuwan-ilmuwannya).

    BENJOL: Terakhir, yang bikin sistem online di HFI itu siapa sih ? Lagian
    kok kamu kayaknya kenal bener sama yang bikin ?!?!

    PLONTOS: Ah tahu sendirilah, orangnya agak plontos kayak aku juga
    kok.... Aku khan masuk "skin-head group" yang mbantuin bikin segala
    macam itu...


    Re: Jurnal HFI
    Oleh : Translatet for Turkish
    Sabtu, 26 Juni 2004 (02:15 WIB) dari IP 212.175.171.2

    hapus semua pesan dibaca dari folder


  • TULIS TANGGAPAN BARU :

    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis : username :     password :
    isi :

    » kirim ke teman
    » versi cetak
    » berbagi ke Facebook
    » berbagi ke Twitter
    » markah halaman ini

  •  

    PERHATIAN : fisik@net berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
    - sejak 17 Agustus 2000 -
      Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2020 LIPI