fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

Pusat Penelitian Tenaga Nuklir Serpong : Industri Nuklir Bagi Kemanusiaan
red

PUSAT Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Serpong adalah fasilitas penelitian dan pengembangan teknologi nuklir yang lengkap dan terpadu. Dengan adanya Reaktor Serba Guna GA Siwabessy dan laboratorium penunjangnya, PPTN Serpong mampu berperan sebagai penggerak dan pendukung bagi usaha pengembangan industri nuklir untuk kepentingan kemanusiaan di Indonesia.

Peran tersebut dilakukan melalui penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi nuklir, pendidikan dan latihan tenaga ahli dan tenaga terampil di bidang nuklir, dan memproduksi komponen-komponen dasar untuk proses nuklir.

PPTN Serpong menempati areal seluas 25 ha dari kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) yang luasnya 350 ha di Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Puspiptek merupakan kawasan penelitian untuk lembaga pemerintah nondepartemen seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal), dan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).

Unit kerja yang berada di PPTN Serpong, yaitu Pusat Pengembangan (Pusbang)Teknologi Reaktor Riset (RSG GA Siwabessy), Pusbang Teknologi Bahan Bakar Nuklir dan Daur Ulang, Pusbang Limbah Radioaktif, Pusbang Perangkat Nuklir, Pusbang Radioisotop dan Radiofarmaka, Pusbang Teknologi Informatika dan Komputasi, Pusbang Teknologi Keselamatan Nuklir, Puslitbang Iptek Bahan, serta Pusat Manajemen dan Bina Industri.

**

PUSAT Pengembangan (Pusbang) Teknologi Reaktor Riset (RSG GA Siwabessy) adalah unit kerja Batan yang bertugas melaksanakan litbang teknologi reaktor, mengoperasikan reaktor, dan melakukan pelayanan iradiasi. Reaktor yang diberi nama GA Siwabessy ini merupakan salah satu reaktor penelitian yang mempunyai daya dan fluks netron tinggi serta menggunakan bahan bakar Uranium dengan pengayaan rendah.

Pembangunan Reaktor GA Siwabessy dimulai pada bulan Mei 1983 diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 20 Agustus 1987 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto. Nama G.A. Siwabessy diberikan sebagai penghormatan atas jasa Prof. Dr. G.A. Siwabessy sebagai perintis kegiatan tenaga atom di Indonesia.

Reaktor yang merupakan reaktor jenis kolam ini berbahan bakar jenis MTR (Materials Testing Reactor) dalam bentuk dispersi U3O8Al dengan perkayaan lebih kecil dari 20 persen U-235 dalam kelongsong Al, dengan daya nominal 30 MW dapat menghasilkan netron termal di fasilitas iradiasi sebesar 2X1014 n/cm2.det. Reaktor ini memiliki keselamatan yang sangat baik apabila terjadi kecelakaan pada salah satu sistem reaktor, istem proteksi reaktor segera menanggapi kegagalan tersebut tindakan penyelamatan otomatis berupa pemadaman reaktor dan diikuti dengan tindakan lain yang disesuaikan dengan sebab kegagalan sistem tersebut. Dengan sistem keselamatan seperti ini kebolehjadian kecelakaan reaktor sangat kecil.

Reaktor Serba Guna GA Siwabessy (RSG GAS) dengan seluruh fasilitas pendukungnya dimanfaatkan untuk fasilitas iradiasi di dalam reaktor, dapat digunakan untuk memproduksi radioisotop yang berguna untuk keperluan medis, industri, dan pertanian, fasilitas iradiasi dapat memindahkan cuplikan dengan kecepatan tinggi (rabbit system), dapat dimanfaatkan untuk untuk melakukan analisis aktivasi netron (AAN), sehingga dapat dilakukan analisis secara teliti. AAN dapat diaplikasikan untuk mengukur kadar pencemaran udara/lingkungan, bahan galian, analisis kemurnian/komposisi bahan, dan lain-lain.

RSG GA Siwabessy memiliki ragam keselamatan intrinsik (watak diri) dan dilengkapi dengan ragam keselamatan teknis, sehingga menjamin tingkat keselamatan yang tinggi dan selalu dipenuhinya prinsip "fail safe". Ragam keselamatan watak diri berarti teras reaktor mempunyai sifat fisika yang akan membatasi setiap peningkatan daya secara tiba-tiba, yaitu dengan adanya koefisien reaktivitas negatif. Ragam keselamatan teknis dapat disebutkan antara lain: sistem proteksi reaktor, sistem pembuangan panas kolam, dan lain-lain.

Zat radioaktif yang terdapat di dalam bahan bakar dikungkung berbagai penghalang fisik yang berlapis-lapis, yaitu matriks elemen bakar itu sendiri, kelongsong elemen bakar, air pendingin pada kolam reaktor, perisai radiasi terbuat dari beton berat, dan gedung reaktor yang dilengkapi dengan sistem ventilasi. Untuk menjamin RSG GA Siwabessy cukup aman dan andal, maka sejak tahap desain dan perencanaan telah dibuat suatu Laporan Analisis Keselamatan (LAK) dan Laporan Analisis Dampak Lingkungan (LADL). Dalam LAK dibuat analisis terhadap semua kecelakaan yang mungkin terjadi, dengan menggunakan asumsi-asumsi yang pesimistis. Untuk menjamin RSG GA Siwabessy tidak menimbulkan dampak pencemaran radioaktif pada lingkungan, maka dilakukan pemantauan radioaktif lingkungan di sekitar lokasi reaktor secara kontinu dan teratur. Pemantauan ini telah dimulai sebelum reaktor dibangun dan terus dilaksanakan selama reaktor dioperasikan.

**

PUSAT Pengembangan Teknologi Bahan Bakar Nuklir dan Daur Ulang adalah unit kerja yang bertujuan mengembangkan teknologi elemen bakar nuklir untuk reaktor riset dan reaktor daya, teknologi bahan bakar nuklir, teknologi bahan struktur dan bahan pendukung yang terkait erat dengan produksi elemen bakar nuklir, termasuk pula kegiatan dukung seperti keselamatan kerja, operasi sistem bantu, perawatan, perancangan dan pengamanan/proteksi fisik.

Fasilitas produksi elemen bakar reaktor riset merupakan pabrik elemen bakar yang mempunyai dua jalur produksi, yaitu jalur produksi elemen bakar berisi bahan bakar U3O8 untuk memasok elemen bakar RSG GA Siwabessy dan jalur produksi elemen bakar berisi UAlx untuk kegiatan litbang bahan bakar mutakhir uranium silisida UxSiy. Bahan baku proses adalah Uranium diperkaya sekitar 20 persen berbentuk UF6 atau larutan Uranilnitrat. Bahan baku itu dikonversi secara kimia di dalam air menjadi endapan Amonium Uranil-Karbonat (AUK) dengan pereaksi gas CO2, NH3, dan air.

Serbuk bahan bakar U3O8 didapatkan dengan mengalsinasi AUK, dilanjutkan pemanasan untuk penumbuhan kristal, kemudian serbuk U3O8 dan serbuk matriks aluminium dicampur dengan rasio tembang berat tertentu. Campuran kedua serbuk tadi kemudian dipres menjadi keping persegi yang dinamakan inti elemen bakar. Inti elemen bakar kemudian dibungkus dengan pelat aluminium di segenap sisinya membentuk rakitan yang siap dirol. Perolan rakitan ini pada suhu cukup tinggi menghasilkan pelat elemen bakar. Setelah berbagai proses fabrikasi dan uji, pelat elemen bakar dirakit bersama komponen struktur lain menjadi rakitan elemen bakar tipe pelat atau lazim disebut tipe MTR (Materials Testing Reactor).

Lantas fasilitas elemen bakar eksperimental. Fasilitas ini merupakan jawaban tantangan masa depan berupa penguasaan teknologi produksi bahan dan elemen bakar untuk pembangkit energi listrik. Bahan baku pembuatan bahan bakar adalah konsentrat uranium alam (berupa yellow cake), khusus untuk fabrikasi dapat digunakan Uranium dengan pengayaan hingga 5 persen.

Sumber : Pikiran Rakyat (31 Maret 2005)


revisi terakhir : 2 April 2005