• PESAN DAN TANGGAPAN :

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia Siap Bertanding....
    Oleh : Kompas
    Minggu, 20 April 2003 (08:03 WIB) dari IP 61.94.120.170

    Jakarta, Kompas - Delapan siswa sekolah menengah umum yang tergabung dalam Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) siap bertanding dalam Asian Physics Olympiad (APhO) IV di Thailand, 20-29 April. Tim yang dipersiapkan selama hampir tujuh bulan oleh pakar fisika Yohanes Surya PhD ini juga akan dipersiapkan untuk menghadapi International Physics Olympiad (IPhO) ke-24 di Taiwan bulan Juli mendatang.

    Delapan siswa tersebut adalah Widagdo Setiawan (SMUN 1 Denpasar), Yudistira Virgus (SMU Xaverius 1 Palembang), Rangga Perdana Budoyo (SMU Taruna Nusantara Magelang), Yendi (SMUN 3 Jambi), Tri Wiyono (SMUN 3 Yogyakarta), Bernard Ricardo (SMU Regina Pacis Bogor), Hani Nukbiantoro S (SMU Sedes Sapiente Semarang) dan Muhammad A Atta-mimi (SMUN 5 Surabaya).

    Ketika melepas TOFI di Jakarta, Kamis (17/4), Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi mengharapkan APhO IV bisa dijadikan ajang pemanasan untuk meraih prestasi lebih tinggi pada IPhO ke-24

    Dalam IPhO ke-23 yang diselenggarakan di Bali tahun lalu, TOFI meraih tiga emas, satu perak, dan satu perunggu. Ini merupakan prestasi tertinggi sejak Indonesia mengirimkan TOFI sejak tahun 1993. "Hal terpenting, biasakan diri untuk melakukan yang terbaik, soal hasil itu urusan belakang. Jika kita sudah berusaha maksimal, apa pun hasilnya tidak akan ada penyesalan," ujar Indra.

    Yohanes Surya mengakui, persiapan ideal untuk APhO seharusnya dilakukan selama satu tahun. Berdasarkan pengalaman mengikuti APhO dan IPhO, persiapan yang dilakukan sudah cukup. TOFI mulai diseleksi sejak pelaksanaan IPhO ke-23 di Bali tahun lalu.

    Mengenai peluang untuk menang, Yohanes menilai, tingkat kesulitan di APhO lebih tinggi dibandingkan di IPhO. Pasalnya, sistem yang dipergunakan di APhO masih mempergunakan sistem lama, sedangkan IPhO di Taiwan nanti sudah mempergunakan sistem baru. Selain itu, pesaing utama dari negeri Cina tidak diperbolehkan ikut. "Cina punya persoalan secara politik dengan Taiwan," kata Yohanes Surya.

    Menurut seorang anggota TOFI, Bernard, model pendidikan fisika yang diikuti selama dalam pelatihan sangat jauh berbeda dengan pelajaran fisika di sekolah. Di tempat pelatihan, pelajaran fisika diajarkan secara menyenangkan dan tidak terasa menyulitkan.

    "Fisika itu tidak sesulit yang dibayangkan. Kalau pengajar fisika di sekolah seperti di pelatihan TOFI, saya yakin teman-teman yang menyukai fisika dan bisa mengerjakan soal-soal fisika dengan mudah," ujarnya. (MAM)


    Raih Honorable Mension
    Oleh : Jawa Pos (4 Mei 2003)
    Minggu, 11 Januari 2004 (04:59 WIB) dari IP 202.159.34.116



    Prestasi membanggakan kembali ditunjukkan remaja metropolis. Mohammad Attamimi, siswa kelas 3 SMUN 5 Surabaya berhasil meraih Honorable Mension, juara harapan, pada Olimpiade Fisika di Bangkok, Thailand, 20-29 April lalu.

    Di olimpiade ini Indonesia mengirimkan delapan peserta dan menjadi juara umum, dengan meraih enam medali emas dan dua pengharagaan Honorable Mension yang salah satunya diperoleh Attamimi. Honorable Mension diberikan kepada peserta yang memperoleh nilai 50-60 persen dari nilai tertinggi.

    Sebagai wakil satu-satunya dari Surabaya Attamimi mengaku bangga walaupun belum berhasil mendapatkan medali. "Walaupun belum bisa mempersembahkan medali emas, saya sudah berusaha keras," katanya ketika ditemui di rumahnya di daerah Taman Sidoarjo kemarin.

    Menurutnya sebenarnya soal yang diberikan dalam olimpiade kali ini tidak terlalu sulit. "Dibandingkan dengan tahun lalu sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi ndak tahu lah, mungkin belum beruntung," ujarnya. (dil)

    Sebelum diterbangkan ke Bangkok pelajar kelahiran 1985 ini mengikuti berbagai seleksi yang sangat ketat. Dari seleksi tingkat koamadya Surabaya, tingkat propinsi hingga tingkat nasional.dari seleksi itu diambil delapan fisikawan masing-masing dari Surabaya, Bali, Magelang, Bogor, Palembang, Yogyakarta, Semarang dan Jambi.

    Putra bungsu dari lima bersaudara ini sangat tertarik dengan pelajaran fisika. Terutama setelah diberi buku oleh gurnya yang bernama Subroto. "Walaupun beliau kini telah pensiun namun saya sangat berterima kasih atas dukungannya, hal ini membuat saya semangat mempelajari fisika," jelasnya.

    Tentang kiat-kiat belajar yang dilakukan, penghobi sepak bola ini tidak memiliki aturan yang ketat, hal ini ia lakukan karena saran ibunya."Ibu selalu berpesan, belajar yang tekun tapi jangan ngoyo," katanya. Selain itu ibunya juga mewanti-wanti untuk tidak lupa shalat."Saya sering shalat malam, setelah itu belajar,"tambahnya.

    Soal kesannya terhadap Bangkok, menurutnya Bangkok sangat menarik, orangnya ramah. "Dan Alhamdulillah saya tidak terkena SARS," candanya. (dil)


    Re: Tim Olimpiade Fisika Indonesia Siap Bertanding....
    Oleh : Rena t s
    Selasa, 8 Februari 2005 (01:32 WIB) dari IP 61.94.179.124

    cool


  • fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

    revisi terakhir : 8 Februari 2005