• PESAN DAN TANGGAPAN :

    Abdus Salam : International Science and Technology
    Oleh : Kurniawan Foe
    Minggu, 15 Mei 2005 (19:44 WIB) dari IP 202.153.239.153

    Abdus Salam mendapat penghargaan Noble Laureate bidang Fisika bersama
    Glashow dan Weinberg atas "kontribusi mereka dalam teori penggabungan
    interaksi lemah dan elektromagnetik yang terjadi pada partikel elementer,
    termasuk prediksi akan arus netral lemah" pada thn 1979.

    Lima belas tahun sebelumnya dalam sebuah media International Science and
    Technology edisi Desember, dituliskan tanya jawab seorang wartawan dengan
    Abdus Salam, salah satunya sbb:
    =====================
    Q: But where did you yourself come from?
    A: I come from Pakistan

    Q: I mean- how did Pakistan produce someone like you?
    A: I don't put myself in the category of Hilberts (red: who is a genius
    mathematician). My subject is theoretical physics, and theoretical physics
    at the moment is in an intuitive state. It's at a stage when we are
    sitting on the top of experiments. We are utterly impatient. We don't want
    to wait from one resonance to the next. As soon as three resonances turn
    up, we make a complete theory. That theory is upset tomorrow, we don't
    worry; we start all over again. If you make mistakes, you don't worry.
    That is the intuitive milieu in theoretical physics. You need different
    types of gifts; you need good imagination, intuition, perception, seeing a
    correlation between facts. You do not need that long tradition of erudite
    knowledge.

    =======================
    Apakah ada seorang fisikawan Indonesia yang menjiwai semangat Abdus Salam
    yang bukan hanya seorang seorang fisikawan handal namun juga lugas dalam
    diplomasi dengan pejabat di pemerintah (Abdus Salam selain penasihat
    Presiden Pakistan, juga spokeperson urusan science dlm meeting penting di
    PBB pada waktu hidupnya).

    Apakah ada perkiraan, kapan negara kita melahirkan seorang Noble Laureate
    dalam fisika spt Abdus Salam (dari negara berkembang)? Adakah korelasinya
    dengan proyek Noble yang digalakkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI
    (thn 2020?) atau insan fisikawan Indonesia yang aktif berkiprah di luar
    TOFI?

    Salam,
    Kurniawan

    ps: Q&A tsb saya kutip dari buku "Ideals and Realities: Selected Essays of
    Abdus Salam".


  • fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

    revisi terakhir : 15 Mei 2005