• PESAN DAN TANGGAPAN :

    Dana Penelitian Triliunan Rupiah Menanti Proposal
    Oleh : Kompas (27 Mei 2005)
    Jumat, 27 Mei 2005 (12:56 WIB) dari IP 140.105.16.64

    Jakarta, Kompas - Di tengah minimnya anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia, dana penelitian bernilai triliunan rupiah berada di lembaga-lembaga donor di luar negeri. Untuk memperolehnya, para peneliti harus mengajukan proposal penelitian.

    Dana itu memang dikhususkan bagi perkembangan penelitian di negara-negara berkembang. Sayang, sangat sedikit para peneliti Indonesia yang dapat memanfaatkan peluang itu.

    "Selama ini dana-dana tersebut lebih banyak dimanfaatkan para peneliti dari Thailand, India, dan China. Ini sebenarnya kesempatan untuk kita, baik untuk penelitian dasar maupun aplikasi lanjut penelitian yang telah selesai," kata Direktur Eksekutif Institute for Science and Engineering Development (ISED) Dr Ing Pudji Untoro dalam Seminar dan Workshop Iptek Terkini 2005 di Jakarta, Rabu (25/5).

    ISED adalah organisasi peneliti yang gundah dengan kondisi penelitian di Indonesia.

    Menurut Pudji yang pernah menerima hibah penelitian 500.000 euro dari Jerman, kini setidaknya terdapat dana "menganggur" 265 juta euro untuk penelitian di negara berkembang. Dana berasal dari lembaga donor di Jerman melalui skema Framework Programme 6 (FP 6). Ia juga mengaku memiliki seribu lebih daftar lembaga pemerintah dan swasta yang menyediakan dana hibah dan pinjaman lunak untuk penelitian dan pengembangan.

    Salah satu pembicara seminar dari New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, Masanori Kobayashi, mengungkapkan, lembaganya siap memberi hibah hingga 70 juta yen bagi proposal yang memenuhi persyaratan.

    Dana miliaran hingga triliunan rupiah juga siap dikucurkan melalui program hibah penelitian internasional, seperti dari National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang dan CSIRO Australia. "Total tidak kurang dari tiga ribuan lembaga donor," kata Pudji yang juga Kepala Bidang Rekayasa Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

    Menurut Kobayashi, Indonesia diketahuinya memiliki banyak sumber daya manusia ahli di banyak bidang, tetapi kurang berkembang karena persoalan dana. (GSA)


  • fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

    revisi terakhir : 27 Mei 2005