• PESAN DAN TANGGAPAN :

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia Mohon Pamit
    Oleh : Rachmat W. Adi
    Jumat, 20 April 2007 (15:45 WIB) dari IP 125.160.97.31

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia Mohon Pamit.

    Anggota HFI yang ikut Yohanes Surya, Rachmat W. Adi, Kamsul Abraha, Muhamad Hikam, Sastra Kusuma Wijaya, Widya Nursiyanto.

    Salam
    Rachmat

    *Pesan dari Prof. Yohanes Surya PhD, selaku Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia:
    *

    Tanggal 21-29 April 2007, Indonesia akan mengirim 16 siswa terbaiknya untuk mengikuti kejuaraan fisika di ajang Asian Physics Olympiad VIII (APhO) di Shanghai, China.

    Tahun 1993 Indonesia untuk pertamakalinya ikut olimpiade fisika internasional (IPhO) di Williamsburg, USA, dan berhasil menempati peringkat 16 dari 42 negara, serta meraih medali perunggu.

    Tahun 1995 Indonesia berhasil meraih perak pertama dalam IPhO XXVI di Canberra, Australia.

    Tahun 1999 Indonesia berhasil meraih emas pertama dalam IPhO XXX di Padova, Italia.

    Tahun 2000 untuk pertamakalinya diadakan olimpiade fisika Asia (APhO) di Indonesia. Setelah itu APhO menjadi arena yang sangat bergengsi, karena bobot soalnya lebih tinggi dari bobot soal IPhO dan sistem penilaiannya pun lebih ketat. Sehingga siapa yang meraih emas dalam APhO, dapat dipastikan ia akan meraih emas dalam IPhO.

    Dalam APhO satu team bisa terdiri dari 8 siswa (satu negara boleh mengirim lebih dari 1 team tetapi yang dinilai tetap hanya 1 team "resmi"), sedang dalam IPhO hanya boleh maksimal 1 team yang terdiri dari 5 siswa.

    Tahun 2002 untuk pertamakalinya Indonesia meraih 3 medali emas dalam IPhO XXXIII di Bali, Indonesia. Tahun 2003 untuk pertamakalinya Indonesia meraih 6 medali emas dalam APHO IV di Bangkok, Thailand, dan menempatkan Indonesia sebagai juara Asia (China absen karena takut kasus SAR).

    Tahun 2006 untuk pertamakalinya Indonesia meraih 4 medali emas dalam IPhO XXXVII di Singapore sekaligus menjadi juara pertama (the champion) dari 85 negara (384 peserta). Untuk pertamakalinya Indonesia mengalahkan China.

    Tahun 2007 ini tim Indonesia akan berjuang keras untuk mengalahkan naga dikandangnya dalam APhO VIII ini (China yang membuat soal, China jurinya). Kita sudah taklukkan naga di Singapore, alangkah indahnya kalau bisa mengalahkan naga di kandangnya sendiri.

    Anak-anak kita sudah mempersiapkan diri siang malam selama lebih kurang 8 bulan untuk mengalahkan China (mereka belajar dari jam 8 pagi hingga jam 1 tengah malam setiap harinya, hanya belajar fisika, teori dan eksperimen secara intensif dan mendalam).

    Peluang untuk mengalahkan China cukup besar. Saat ini kita mempunyai 3 siswa yang kemampuannya setara (atau bahkan lebih baik persiapannya) dari peraih absolute winner IPhO Singapore tahun lalu. Dan ada 4 siswa berikutnya yang tidak jauh berbeda kemampuannya dengan 3 siswa diatas.

    Mohon kiranya teman-teman sebangsa dapat mendoakan terus tim Indonesia, sehingga impian untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu ini dapat terwujud. Semoga Tuhan terus memberkati bangsa kita ini.

    Salam,
    Prof. Yohanes Surya, PhD
    TOFI


  • fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www.fisikanet.lipi.go.id

    revisi terakhir : 20 April 2007